18. Have fun 2

457 132 9
                                        

Oxy mengerjapkan matanya kala sinar matahari mulai menyeruak masuk menembus kaca jendela kamarnya. Merasa terganggu tidurnya,akhirnya ia membuka matanya. Ia berjalan gontai kedalam kamar mandi. Membasuh wajahnya dengan air,kemudian ia bercermin.

Dia memperhatikan wajahnya sendiri,tangannya menyentuh pipi sisi kanannya,dan Oxy tersenyum. Mengingat semalam ketika gadis itu memberi kecupan singkat di pipi kanan laki-laki itu,kemudian berlari menuju kamar dan meninggalkanya.

Ngomong-ngomong tentang Cemara,dirinya jadi kepikiran dengan gadis itu. Apakah Cemara bisa tidur nyenyak semalam? Oxy saja semalam sulit untuk tertidur,dia sudah mencoba untuk memejamkan matanya berkali-kali namun otaknya selalu memikirkan gadis itu.

Bahkan Oxy sampai mondar-mandir didepan kamar Ara,dia ingin menemui Cemara,namun dia tak berani. Akhirnya dia tak bisa tidur nyenyak akibat ciuman Cemara.

"Sialan gara-gara lo gue gabisa tidur!" Gumam Oxy.

Laki-laki itu keluar dari kamarnya,dia menuruni tangga,menuju meja makan. Oxy menghentikan langkahnya ketika matanya menangkap sosok yang tak asing sedang sarapan dengan keluarganya pagi-pagi begini.

"Eh Oxy,Cemara mana?" Tanya Viera.

Ya,yang datang ke rumahnya adalah orangtua Cemara.

"Tante pulangnya kapan? Kok udah disini?" Tanya Oxy bingung. Mengapa orangtua Cemara tidak memberi tahunya terlebih dahulu?

"Kemarin,tante emang sengaja ga bilang kalian,kayanya Cemara juga seneng tinggal disini. Jadi tante pikir untuk menemui kalian langsung hari ini." Jawab Viera.

"Oxy,panggil pacarmu itu." Ucap Ayah Cemara.

"Eh,iya om."

Oxy kembali menaiki tangga,menuju kamar gadis itu. Ternyata benar dugaanya gadis itu masih tidur.

Tok,tok,tok!

"Ra,bangun!" Namun tak ada jawaban dari dalam kamar Cemara. Oxy mencoba untuk membuka knop pintu itu,dan untungnya Cemara tidak menguncinya.

Oxy dibuat tercengang ketika melihat  posisi tidur Cemara yang tak beraturan itu. Selimutnya sudah jatuh dilantai,bantal dan guling yang sudah berada jauh dari tempat tidurnya.

"Gila nih cewe!"

Oxy mulai mendekati Cemara,wajahnya terlihat sangat damai saat tidur,tidak ada Cemara yang selalu cerewet. Jemari Oxy menyelipkan rambut-rambut cemara kebelakang telinga gadis itu.

"Bangun ra." Oxy menepuk-nepuk pipi Cemara pelan.

"Mmhh,apasih ganggu." Cemara menyingkirkan tangan Oxy. Dan mengubah gaya tidurnya.

"Buset malah molor lagi." Cibir Oxy

Ara tak mendengarkan Oxy,membuat Oxy geregetan,sehingga Oxy memaksa cemara untuk duduk dipinggir ranjang.

"Aku masih ngantuk." Rengek Cemara sembari mengucek matanya.

"Perawan bangunnya mesti pagi,gimana mau jadi istri yang baik kalau jam segini belum bangun." Ujar Oxy yang berjongkok didepan Cemara.

"Gendong!" Cemara mengalungkan tangannya ke leher kekasihnya itu.

"Manja!" Akhirnya dengan berat hati Oxy menggendong Cemara ala koala. Karena Cemara takut terjatuh ia mengeratkan kakinya yang mengalung ditubuh Oxy.

Cemara terlihat seperti anak kecil yang sedang marah jika tak dituruti kemauannya.

Mereka yang berada di meja makan pun membelalakan matanya ketika sepasang kekasih itu menuruni anak tangga,sebab Cemara yang masih menelungkupkan kepalanya di ceruk leher Oxy,dengan tangan yang mengalung erat.

OxyLeonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang