22. Introgasi Andrew & bercerita

3.6K 154 1
                                        

Malam ini Arthur dan Aubree masih berada di mansion keluarga Gennady. Setelah Leylan meninggalkan ruang tengah saat itu, Austin mendatangi keduanya dan meminta mereka untuk beristirahat dan menenangkan pikiran masing-masing terlebih dahulu.

"Den Arthur, dan non Aubree di minta untuk ke ruang makan oleh tuan," ujar salah seorang pekerja rumah tangga disana.

Segera Arthur dan Aubree keluar dari kamar mereka masing-masing untuk menemui Andrew.
Setelah Arthur dan Aubree duduk di kursi pun, Andrew masih tak memulai pembicaraan. Cukup lama terjadi keheningan di ruang makan mewah itu.

"Tak semudah itu bagiku untuk dapat menerima apa yang sudah kalian lakukan. Namun, enam tahun sudah berlalu dan tak ada sesuatu yang dapat diubah lagi sekarang." Andrew memulai pembicaraan seriusnya dengan Arthur dan Aubree.

"Lalu, dimana anak itu?" Sambungnya lagi.

"Kami meninggalkan nya di mansion milik Arthur," jawab Aubree.

"Heh, aku masih tidak menyangka kalian memiliki hubungan seperti itu. Sangat di luar dugaan, terlebih untuk anak yang sudah aku besarkan sepenuh hati." Arthur dan Aubree tertunduk di tempatnya.

"Yah, lalu dalam waktu enam tahun yang sudah berlalu ini, apa kau sama sekali tak berniat untuk menikahi putriku, Gibsen?" Andrew menekankan kata Gibsen, sebagai penegasan garis pembatas untuk hubungan mereka berdua.

"Aku sama sekali tak berniat untuk meninggalkan Aubree begitu saja, pa ... Enam tahun lalu setelah aku memasuki keluarga Gibsen, aku kehilangan jejak Aubree. Bahkan Austin tak pernah memberitahukan padaku tentang keberadaan Aubree."

"Sebenarnya kami baru bertemu kembali akhir-akhir ini, pa." Kali ini Aubree yang berbicara.

"Oh waw, jadi hal apa yang kau lalui setelah di hamili oleh seorang bajingan?" Nada sindiran kentara terdengar dari kalimat Andrew.

"Pa, yaa ... Aku tau aku salah. Dan untuk itu aku ingin memperbaiki semuanya, karena itulah aku datang kemari untuk meminta restu mu."

"Restu yaa ... Itu tergantung bagaimana perjuangan mu, bung!"

"Lalu, bagaimana agar aku bisa menemui cucu ku?" Sambung Andrew lagi.

"Ah, kau masih perlu menjaga kesehatan mu pa. Biarkan aku dan anak-anak yang datang mengunjungi mu nanti," jawab Aubree.

"Anak-anak?"

"Ah, apa aku belum memberitahu mu bahwa mereka kembar?" Aubree tersadar, ia melupakan hal itu.

"Kembar? Hahaha ... Rasanya sudah lama sekali aku tidak sepuas ini. Akhirnya aku bisa melihat cucu ku setelah sekian lama."

"Pa, sebenarnya mengapa kau begitu cepat berubah? Bukankah siang tadi kau masih sangat marah padaku?" Tanya Arthur.

"Ini karena sesuatu yang menyadarkan pikiran ku dan membuat aku dapat berpikir ulang. Namun bukan berarti aku sudah menerima mu untuk menjadi menantu ku sepenuhnya, semua ini hanyalah awal bagimu dengan kesempatan yang aku berikan."

"Lalu, cucuku apa, boy or girl?" Lanjut Andrew lagi.

"Keduanya pa." Senyum bahagia dan bangga terbit di wajah Andrew.

"Baiklah, Aubree, sepertinya kau tampak kelelahan. Silahkan beristirahat lebih dulu, dan ya ... Mama mu belum makan apapun sejak siang tadi, kau tau apa yang harus di lakukan 'kan?"

"Baik pa," jawab Aubree kemudian berlalu pergi.

_____________

Aubree baru saja pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk dirinya dan sang mama.

Daddy's [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang