41. Arsen's Girlfriend [Spesial Part]

3.1K 99 0
                                        

"Halo Aunty, uncle..." Sapa gadis cantik itu setelah bertemu dengan Arthur dan Aubree.

"Halo, sayang. Kau teman Arsen?" Balas Aubree.

"My girlfriend mom." Sahut Arsen.

"Sungguh?" Aubree cukup terkejut. "Salam kenal cantik, ayo kita masuk dan ngobrol di dalam saja." Sambungnya dibalas anggukan dari wanita yang diakui sebagai kekasih Arsen itu.

" Sambungnya dibalas anggukan dari wanita yang diakui sebagai kekasih Arsen itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi siapa namamu?"

"Ah, maaf, aku terlalu bersemangat berada di antara keluarga ini hingga lupa memperkenalkan
diriku."

"Sepertinya kau yang merasa kegirangan sendiri." Ucap Airel membuat semua orang menatap kearahnya.

Airel tidak mempedulikan Aubree yang membulatkan matanya, meminta Airel untuk menjaga perkataannya. Airel memandang ke arah Arsen mencari tau reaksi dari lelaki tersebut.

Kemudian Airel dibuat terkejut karena Arsen menatapnya dengan tatapan marah dan kesal. Setelahnya Airel menarik nafasnya dalam dan pergi meninggalkan ruang makan itu begitu saja. Menyisakan lima orang yang berada disana terperangah.

"Maafkan perlakuannya, dia terlalu dimanja hingga sering berbuat sesuka hati."

"Ya Aunty, saya bisa mengerti."

"Mom, dad, ini Michelle dia teman satu sekolahku dan juga... Kekasihku."

"Mommy merasa senang karena Arsen mempunyai seseorang yang dapat menjadi sandarannya ketika dia jauh dari kami semua."

"Aunty tidak perlu mengkhawatirkan apapun, saya bisa menjamin Arsen dapat tinggal dengan nyaman di kota ini."

"Terimakasih, Michelle."

Malam itu, mereka semua makan malam dengan cukup gembira, sembari bercakap dan bercerita tentang pengalaman masing-masing dalam beberapa waktu terakhir, terutama cerita tentang Arsen.

Setelah menyelesaikan makannya, Aidan pamit undur diri lebih dulu untuk mengantarkan makanan pada Airel.

"Biarkan saja dia. Tidak ada yang menyuruhnya untuk pergi meninggalkan meja makan begitu saja." Ucap Arthur tegas, karena sejujurnya ia sangat kaget dengan kelakuan Airel, semanja apapun anak perempuannya itu, tidak pernah ia melihatnya bersikap tidak sopan seperti itu.

Aubree menepuk paha Arthur sembari memelototi nya, mengisyaratkan untuk membiarkan Aidan pergi mengantarkan makanan pada adik perempuannya.

"Yah, pergilah."

☃️☃️☃️☃️☃️

Tok tok tok

Suara pintu kamar diketuk, Airel bergegas beranjak dari kasurnya dan membuka pintu kamar yang memang sengaja ia kunci. Wajah gembiranya buyar seketika kala menyadari bahwa sosok yang ada dihadapannya bukanlah seseorang yang dia harapkan.

Daddy's [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang