F O L L O W S E B E L U M M E M B A C A ! !
"Bagaimana sekolahnya?"
"Seru mom. Teman-temannya baik," ujar Airel menjawab pertanyaan Aubree.
"Iya mom, untuk hari ini belum ada yang mengejek kami seperti biasanya." Aidan menimpali.
Aubree tertegun...
"Ar, aku sedikit ... takut," lirih Aubree ketika ia dan Arthur sedang dalam perjalanan menuju mansion Gennady.
"Kau tak perlu khawatir, apapun yang terjadi nantinya kita hadapi bersama ya." Aubree menanggapi ucapan Arthur dengan anggukan kepala.
Sebisa mungkin ia mengontrol nafas dan degup jantungnya yang gugup. Setelah enam tahun tak bertukar kabar dengan keluarganya, sekarang adalah waktu dimana ia akan kembali lagi ke rumah dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan kali ini mereka pergi dengan pesawat, hal itu dikarenakan kedua kota tersebut tak dapat dilalui hanya dengan jalur darat. Awalnya Aubree pikir, Arthur akan menggunakan pesawat pribadinya untuk perjalanan mereka, namun dugaan itu salah.
Arthur lebih ingin menikmati perjalanan kali ini dengan santai bersama dengan Aubree nya. Ia akan menghabiskan waktu di pesawat bersama hingga menikmati waktu liburan sembari melakukan perjalanan menuju rumah keluarga Gennady.
Sementara ketiga anak mereka, sudah dititipkan pada para pekerja Arthur, terutama Shella yang memang merupakan pengasuh Arsen. Untunglah ketiganya mengerti, meski awalnya Airel sempat merengek meminta ikut. Sejujurnya ini perjalanan jauh pertama Aubree yang ia lakukan tanpa membawa anak-anaknya.
Beberapa menit berlalu, mereka akan tiba di salah satu kota yang letaknya diantara kota mereka berada dan tempat dimana keluarga Gennady tinggal. Semua rencana disusun oleh Arthur, sehingga mereka akan menginap satu malam di kota ini terlebih dahulu. Sekalian berlibur, begitu kata Arthur.
"Bree, apa kau mau berbelanja? Atau mencari sesuatu untuk buah tangan?"
"Hmm, aku lapar. Bisakah kita mencari itu setelah makan?" Manja Aubree sembari bergelayut di lengan Arthur.
Arthur terkekeh melihat tingkah menggemaskan Aubree. Terkadang ia terlihat sudah memiliki jiwa keibuan ketika bersama anak-anak, namun siapa sangka sisinya yang seperti ini belum juga hilang meski sudah menjadi seorang ibu.
"Tentu saja, kita makan sekarang." Jawab Arthur lembut sembari mengusap kepala Aubree.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menunggu Aubree yang bingung menentukan untuk makan dimana, akhirnya hal itu membuahkan hasil.
Aubree memutuskan untuk memilih restauran Jepang. Sudah lama ia tidak makan di tempat itu, biasanya ia dan Jennifer akan makan ke restauran Jepang ketika pulang kuliah, karena makanan Jepang memang merupakan makanan favorit mereka berdua.
Berbicara tentang Jennifer, Aubree jadi merindukannya. Sejak Aubree melahirkan, Jennifer memutuskan untuk pergi keluar negeri. Yah, meski pernah beberapa kali ia berkunjung ke tempat Aubree.
Namun sekarang, untuk sekedar berkomunikasi di telepon juga jarang mereka lakukan, entah mengapa Aubree merasa ada sesuatu yang aneh dengan Jennifer. Meski tidak terlihat, namun Aubree dapat merasakannya.
Setelah Arthur dan Aubree mengambil tempat duduk, datanglah seorang pelayan yang menanyakan tentang pesanan mereka.