9. Memperbaiki Hubungan

8.9K 446 3
                                        

"Mommy, Arsen mengajak kami untuk main ke rumahnya. Apakah boleh?" Tanya Airel pada Aubree.

"Oh ya? Kapan itu?"

"Setelah pulang sekolah, kami akan ikut dengan Arsen saat supirnya menjemput."

"Bukan Daddy Arsen yang akan menjemput?"

"Bukan mommy, sepertinya Daddy Arsen sangat sibuk."

"Baiklah, mommy akan mengizinkan. Akan tetapi, kalian harus berjanji untuk tidak merepotkan siapapun disana!"

"Ya, mommy. Kami berjanji!"

"Nah, sekarang anak-anak mommy sekolah dulu. Belajar yang baik ya ..."

"Baik mom!"

☃️☃️☃️

"Arthur, kau serius dengan keputusanmu ini?"

"Vin, kau tau bagaimana aku. Aku tak akan pernah ragu dengan keputusanku!"

"Kau harus ingat bagaimana hubungan kalian. Terlebih sejak saat itu, orangtua Aubree sudah sangat membenci mu. Perjuangan macam apa lagi yang harus kau lakukan nantinya? Semuanya tidak akan berhasil!"

"Calvin! Aku disini bukan untuk mendengarmu yang menentang apa yang ingin aku lakukan. Kau hanya perlu melakukan apa yang aku perintahkan!" Bentak Arthur pada Calvin dan kemudian pergi meninggalkan ruangannya.


 Setelah Arthur merenungkan tentang apa yang harus ia lakukan, jawaban yang ia dapatkan adalah ia harus memperbaiki hubungannya dengan Aubree. Arthur harus kembali berjuang untuk bisa kembali bersama dengan wanitanya. Apapun dan siapapun penghalangnya, akan ia hadapi.

Dengan tekadnya itu, Arthur menghubungi Aubree dan mengajaknya bertemu di salah satu restaurant dengan dalih makan siang. Tanpa diduga, Aubree menerima tawaran tersebut tanpa banyak bertanya.

Setibanya Arthur di restaurant yang sudah disepakati, ia mendapati Aubree yang sudah duduk di salah satu meja, sembari memainkan ponselnya.

"Hai Bree...." Sapa Arthur.

"Oh, hai." Jawab Aubree seadanya.

"Hmm, dimana anak-anak? Mengapa kau sendiri?" Tanya Aubree tampak kebingungan.

"Ah, yaa ... Tidak. Aku tidak bersama Arsen."

"Eh, tunggu ... Anak-anak? Apakah termasuk Aidan dan Airel?" Sambung Arthur tersadar.

"Ya, pagi tadi mereka meminta izin padaku untuk bermain di rumah Arsen. Ku pikir kau mengajak makan siang bersama dengan mereka."

"Ah, maafkan aku. Aku membutuhkan waktu berdua denganmu saja."

"Ya?"

"Ah, sudahlah, Kau sudah memesan makanan?"

"Oh ya ... Belum. Aku berencana memesannya setelah kau tiba."

"Baiklah, kalau begitu kita makan dulu saja."

Terjadi keheningan yang cukup lama, hingga keduanya menghabiskan makanan mereka masing-masing. Baik Arthur maupun Aubree terlarut dalam pikirannya masing-masing.

Padahal jika mengingat suasana bertahun-tahun lalu, mereka tidak akan pernah menjumpai atmosfer seperti ini. Karena jika mereka sudah bertemu, percakapan mereka terjadi dengan lancar dan dapat mengalir begitu saja.

"Bree?" Arthur memberanikan diri untuk angkat suara.


"Ya?"

"Aku ..." Arthur terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu yang sudah berada diujung lidahnya.

"Tidak bisakah kita memulai semuanya kembali?" Aubree terdiam. Ia menatap lekat sesuatu yang menjadi objek lamunannya.

"Bree!?" Arthur menantikan jawaban Aubree.

"Ar, sejak awal kita tau bahwa hubungan ini akan sangat sulit. Namun, dengan naifnya kita berusaha untuk tetap mempertahankan hubungan kita. Hingga akhirnya, kita mendapatkan ending dari sesuatu yang sudah kita perjuangkan. Lalu, apalagi yang harus kita mulai kembali?"

"Tidak Bree, aku benar-benar bersungguh-sungguh. Bahkan hingga saat ini, kau masih menjadi satu-satunya wanita yang aku inginkan." Aubree terkekeh.

"Aku? Satu-satunya!? Jangan bercanda ... Lalu, bagaimana dengan ibu Arsen?"

"Itu ..." Arthur terlihat cukup lama berpikir.

"Ah, sudahlah." Aubree cukup terluka ketika melihat Arthur yang tampak berat untuk mengatakan tentang ibu dari anaknya itu.

"Bree, bukan begitu ... Aku benar-benar masih mencintaimu. Kita bisa memulainya dengan memperbaiki hubungan kita terlebih dahulu. Aku hanya berharap, kau mau memberiku kesempatan ... Lagi," jelas Arthur.

"Ar, untuk apa kita membaca buku dengan judul dan tokoh yang sama? pada akhirnya ending yang akan kita dapatkan tidak akan berubah."

"Tidak Bree, kita tidak membaca buku, tapi kita menulisnya. Sejak awal kita yang menulis takdir kita sendiri. Jika cerita yang kita buat sebelumnya tidak mendapatkan akhir yang bahagia, maka kita bisa membuat cerita yang sama dengan alur dan ending yang berbeda."

Tanpa sadar air mata Aubree menetes begitu saja. Ia teringat akan hubungan masa lalu mereka.

"Ar, aku ... Aku masih terlalu takut hal itu kembali terulang. Aku tak akan sanggup setelah kita memulai kembali hubungan ini, kau akan lebih memilih wanita itu. Dia sudah jelas memiliki anakmu ..." Tetes demi tetes air mata Aubree kembali mengalir.

Aubree terkenang akan peristiwa terakhir yang membuatnya memutuskan untuk tidak mengatakan fakta tentang ia yang tengah mengandung pada Arthur.

"Tunggu, Bree ... Mengapa kau berkata seakan aku pernah mengkhianati mu dan memiliki wanita lain?" Bingung Arthur.

"YAA ... BUKANKAH MEMANG ITU KENYATAANNYA!?" Aubree meninggikan suaranya, membuat hampir seisi restaurant kini menatap mereka.

"Bree, tidak! Aku tidak pernah seperti itu." Arthur panik dengan amarah Aubree.

Arthur benar-benar bersumpah ia tak pernah memiliki hubungan dengan wanita lain, bahkan setelah ia dan Aubree tidak memiliki hubungan lagi. Satu-satunya perempuan yang memiliki cukup kedekatan dengan Arthur hanya Shella saja, itupun hanya sebatas sebagai pengasuh Arsen.


Brakk ...

Aubree mendorong kasar kursi yang ia duduki. Dengan cepat ia berlalu hendak meninggalkan Arthur. Entah mengapa mengingat tentang kejadian itu membuat sesuatu dihati Aubree terusik dan terasa tercabik-cabik. Kala itu ia merasa benar-benar sudah dikhianati oleh Arthur.

Arthur yang tersadar dengan Aubree yang hendak bangkit dan meninggalkannya, segera ia berdiri dan berusaha mengejar Aubree. Namun, seorang pelayan menahannya untuk membayar tagihan makan mereka terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan tempat. Karena hal itu, Arthur kehilangan jejak Aubree.

☃️☃️☃️

TBC

Next?

Vote and komen!

Thank you❤️

Ini update dalam rangka merayakan 💯 vote😜

Yuhuu🎉

Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca, terlebih lagi berkenan untuk meninggalkan vote dan komennya😘

    See you on next Chapter 💋
   

   

  

   


   

   

Daddy's [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang