Ketika Aubree membuka matanya, hal pertama yang di tangkap oleh Indra penglihatannya adalah atap kamar putih yang sangat familiar. Ya, ini adalah kamarnya sendiri. Aubree mencoba mengingat apa yang terjadi hingga ia bisa tiba di kamarnya, seingatnya ia masih berdebat dengan Arthur terakhir kali.
Aubree berjalan keluar dari kamar, merasa terpanggil oleh dapur karena cacing di perut yang sudah mulai menggigil. Saat ia melewati ruang tengah, barulah Aubree tersadar akan sesuatu.
Arthur berada disana. Sedang tertidur dengan lelapnya. Oh, ternyata jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
Sepertinya Aubree tertidur di mobil saat perjalanan pulang, kemudian Arthur menggendongnya dan membawanya ke kamar.
Lantas darimana Arthur tau password apartment nya? Entahlah. Sekarang sudah dini hari, siapa sangka dari siang hari tadi baru tengah malam ini Aubree bangun dari tidurnya. Sudah jelas ini akibat Aubree yang terlalu kelelahan hari ini. Jika dipikir kembali, sudah banyak yang terjadi hingga Aubree meluapkan emosinya terhadap sesuatu yang selama ini hanya mampu ia pendam.
Untunglah saat ini anak-anak sedang tidak ada di rumah, jika tidak sudah pasti mereka akan terabaikan karena Aubree terlalu nyenyak dalam tidurnya. Eh, bagaimana kabar anak-anak ya?Daddy mereka saja sedang tidur disini tanpa rasa bersalah meninggalkan anak-anaknya.
Yah... Sebenarnya tidak perlu di khawatirkan lagi, karena sudah jelas banyak pekerja di rumah Arthur yang akan mengurus mereka.
Melupakan rasa laparnya. Aubree memilih untuk duduk lesehan, di samping sofa dimana Arthur sedang berbaring. Tanpa sadar tangan Aubree terulur ke wajah Arthur, mengelusnya dan menyerap kehangatan yang ia rasakan.
Ini adalah Arthur. Benar-benar Arthur-nya. Aubree sangat-sangat merindukan laki-laki ini. Bertahun-tahun ia menahan ego. Berusaha keras untuk tidak menimbulkan masalah dan mengecewakan lebih banyak orang lagi.
Bagaimana kira-kira reaksi si kembar jika mengetahui fakta bahwa sosok yang mereka anggap daddynya ini memanglah ayah kandung mereka. Aubree harap anak-anaknya dapat bersabar hingga tiba waktu yang tepat untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Banyak hal yang Aubree takutkan jika fakta ini terungkap. Aubree masih terlalu penakut, terlebih kondisi anak-anaknya saat ini masih terlalu kecil hingga tak bisa menentukan pilihan mereka sendiri nantinya.
Ia tau, papa nya sedang dalam kondisi yang sangat marah kepada Arthur dan dirinya. Hal ini di karenakan kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana Arthur lebih memilih untuk kembali pada keluarga kandungnya yaitu Keluarga Gibsen dibandingkan untuk terus berada dalam keluarga Gennady.
Cerita lebih jelasnya begini. Dulu sebelum Austin dan Aubree lahir, Keluarga Gennady belum juga mempunyai keturunan setelah hampir lima tahun pernikahan.
Karena hal itu pasangan keluarga Gennady ini memutuskan untuk mengadopsi seorang anak. Dan tepat saat mereka mengambil keputusan itu, salah seorang asisten rumah tangganya menemukan seorang bayi yang terletak di teras rumah.
Mereka tidak tau, anak siapa itu. Bahkan mereka juga sudah mencoba untuk menyelidikinya, namun tidak menemukan hasil apapun.
Merasa iba dan kasihan dengan anak tersebut akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi bayi tersebut yang tak lain adalah Arthur.
Beberapa waktu berlalu, berawal dari rasa iba menjadi kasih sayang yang mendalam. Mereka benar-benar menganggap Arthur sebagai darah daging mereka sendiri. Arthur pun dirawat dan dididik layaknya keturunan Gennady.
Sekitar lima tahun waktu berlalu, datanglah kabar kehamilan nyonya Gennady. Pasangan keluarga Gennady itupun merasa amat sangat senang, terlebih janin dalam kandungan nyonya Gennady adalah sepasang anak kembar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's [END]
RomansaF O L L O W S E B E L U M M E M B A C A ! ! "Bagaimana sekolahnya?" "Seru mom. Teman-temannya baik," ujar Airel menjawab pertanyaan Aubree. "Iya mom, untuk hari ini belum ada yang mengejek kami seperti biasanya." Aidan menimpali. Aubree tertegun...
![Daddy's [END]](https://img.wattpad.com/cover/252073726-64-k528968.jpg)