"Arsen, tugas sekolahmu sudah kau kerjakan?" Tanya Airel.
"Belum, biarkan saja, nanti akan ku kerjakan."
"Mengapa kau terus bermalas-malasan sih? Sebentar lagi Aidan akan datang dan kau pasti akan dimarahi olehnya."
"Iya aku tau, aku akan mengerjakannya setelah ini." Arsen masih sibuk dengan iPad yang ada di tangannya.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan sih?!" Airel terkejut setelah merampas iPad Arsen dan melihat apa yang tengah ia lakukan.
"Kau masih berhubungan dengan Oma?" Airel ternganga tak percaya.
"Airel... Ini tak seperti yang kau lihat. Tiba-tiba saja ada nomor yang menghubungi ku dan aku baru mengetahui ternyata dia adalah Oma."
"Bagaimana jika mommy ataupun daddy mengetahui ini, mereka akan marah Arsen!"
"Iya aku tau, aku berjanji tidak akan menghubungi Oma lagi. Ku mohon jangan katakan pada siapapun."
"Baiklah, karena kau sudah berjanji. Omong-omong, bagaimana Oma bisa memegang handphone bukankah dia masih di penjara?"
"Itu juga yang aku pikirkan. Dan, kau tau, Oma meminta untuk bertemu denganku!"
"Astaga, apakah kau benar-benar akan bertemu dengan Oma? Di penjara?"
"Tidak, dia memberiku sebuah alamat, dan memintaku datang seorang diri."
"Arsen, sepertinya kita perlu memberitahu Daddy tentang hal ini."
"Jangan, ku mohon! Oma bilang dia akan memberitahukan rahasia mengenai diriku yang hanya di ketahui olehnya. Jika aku memberitahu orang lain, sampai kapanpun dia tidak akan memberitahukan informasi ini."
"Arsen, apa kau mempercayainya begitu saja? Kau lupa apa yang Daddy katakan, Oma adalah orang jahat, dia penipu, karena itu ia bisa sampai di penjara. Dan kau akan mempercayai ucapannya begitu saja?"
"Airel, aku tau apa yang kau khawatirkan. Bagaimanapun, aku sempat menghabiskan banyak waktu bersama dengan Oma. Dia tidak sejahat itu, dia cukup menyayangiku meski aku bukan cucu kandungnya. Kali ini saja, ku mohon biarkan aku melakukan sesuatu."
"Hah... Baiklah, tapi aku akan ikut!"
"Bagaimana caranya?"
"Aku akan menyelinap, setidaknya jika terjadi sesuatu yang buruk padamu, aku bisa segera menghubungi Daddy."
"Hm, baiklah jika begitu yang kau inginkan."
☃️☃️☃️☃️☃️
Arsen pergi ke alamat yang sudah di berikan padanya. Ia sempat bingung, ternyata ada lokasi dimana terdapat banyak sekali bangunan-bangunan tua yang tampak akan roboh.
Airel tidak jadi ikut bersama dengan Arsen karena adanya les piano yang tidak bisa ia hindari. Jika ia meminta izin, bukankah akan terlalu mencurigakan?
Karena itu, sebagai gantinya, Arsen pergi dengan keadaan handphone yang terhubung dengan Airel. Jadi, percakapan apapun yang terjadi akan terdengar bahkan terekam olehnya.
"Oh, cucuku sayang... Akhirnya kau tiba!" Karin terlihat tersenyum gembira menyambut kedatangan Arsen.
"Apakah kini kau tinggal disini?" Tanya Arsen.
"Oh,mengapa? Apa ini terlalu jelek jika dibandingkan dengan istana megah milik daddymu?"
"Bukan begitu, hanya saja..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's [END]
RomanceF O L L O W S E B E L U M M E M B A C A ! ! "Bagaimana sekolahnya?" "Seru mom. Teman-temannya baik," ujar Airel menjawab pertanyaan Aubree. "Iya mom, untuk hari ini belum ada yang mengejek kami seperti biasanya." Aidan menimpali. Aubree tertegun...
![Daddy's [END]](https://img.wattpad.com/cover/252073726-64-k528968.jpg)