42 | Posesif dan jantung berdebar

892 115 13
                                        

Satu butir hingga puluhan butir telur ayam itu terlempar tepat sasaran ke arah Raina yang kini berusaha berjalan melewati keramaian seraya melindungi diri dengan lengan tangan yang digunakan sebagai perisai wajah, tak hanya telur mentah biasa, ada juga yang melemparkannya tepung, dan kopi. Raina menangis dalam hati karena perbuatan mereka.

Ya, mereka. Penggemar gila Zevan.

Raina menghiraukan perkataan Leon untuk diam di rumah sementara, ia pikir tidak masalah untuk pergi ke supermarket terdekat, namun realitanya banyak penggemar Zevan yang masih merasakan amarah karena gadis itu berhasil memiliki ciuman pertama dari Zevan.

Bibir seksi Zevan yang sangat diidamkan banyak kaum hawa direbut kesuciannya begitu saja hanya karena sebuah iklan belaka, mereka marah akan hal itu.

Raina terus berusaha berjalan meskipun jalannya dihadang oleh para gadis remaja, netranya menangkap sebuah pemandangan yang membuatnya bergemetar takut.

Seorang penggemar Zevan tengah membawa sebuah bola bundar yang terbuat dari tumpukan tepung dan telur yang dicampur menjadi satu, itu sangat menjijikkan, Raina benar-benar takut.

Ia menoleh ke sekitar untuk mencari bantuan, merasa bola tepung itu akan dilemparkan kearahnya, Raina memejamkan mata lalu membuat perisai pertahanan untuk wajahnya menggunakan punggung tangan.

Bluk!

Suara bola tepung itu terdengar jelas sudah dilempar, namun ini aneh, kenapa punggung tangan Raina tak merasakan ada sesuatu yang dilempar kearahnya, perlahan Raina membuka mata dan melihat ada seseorang yang melindunginnya tepat di depannya, gadis itu mendongak.

"Zevan?"

Zevan memegang pergelangan tangan Raina lalu membalikkan badan menghadap para penggemarnya.

"Akh!! Zevan!!" pekik mereka seketika histeris.

"Kenapa kalian melakukan ini?" Suara dingin Zevan bertanya membuat semuanya diam takut, meskipun sebagian dari mereka hatinya sedang meleleh mendengar suara berat idolanya.

"Kㅡkita kesal dengan dia!" ujar gadis yang melemparkan bola tepung.

Zevan mengangkat alisnya sebelah. "Kenapa?" Mereka yang ditanya justru berjerit ria di hati karena melihat sisi seksi Zevan ketika marah.

"KARENA DIA MENCIUMMU!" teriak salah seorang penggemar yang disetujui para Vanity lainnya.

"Bukan dia yang menciumku, tapi aku yang menciumnya."

"Hah?!!" Semua orang terpekik histeris menganga lebar mendengar itu, termasuk Raina.

"Kalau aku yang menciumnya lebih dulu, apa kalian akan melempar benda-benda ini?!"

"Tidak...."

Zevan mengeratkan genggaman tangannya dengan Raina. "Hey, kalian tidak boleh seperti ini."

"Ini bukan suka, ini obsesi."

Semuanya terdiam, ada juga yang sudah menyalakan kamera sejak tadi untuk merekam moment langkah ini.

"Aku dan Raina hanya partner bekerja, yang artinya aku butuh dia, dan kalian justru menyakiti seseorang yang aku butuhkan."

Jujur, Raina baru tahu kalau Zevan bisa mengatakan semua kalimat itu.

"Meskipun kami memiliki hubungan lebih, kalian juga harus mengerti. Karena ada suatu hal yang disebut privasi."

Zevan menghela nafas. "Aku harap kalian menyesali perbuataan ini." Setelah mengatakan itu ia menarik lengan Raina untuk pergi dari keramaian.

Halo Tetangga!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang