HAI, MAAFIN AUTHOR YA, BARU UP.
HAPPY READING
Al duduk sendirian dibelakang sekolahnya. Ia terus menatap kerah pohon besar didepannya, bunyi 'kriet' tanda kursi sebelahnya diduduki seseorang membuat fokus Al pecah.
"lo ngapain disini?" tanya Caca heran. Caca heran dengan Al yang selalu duduk sendirian dibelakang sekolah. Padahal rumor yang beredar dibelakang sekolah cukup angker.
Al diam tak merespon ucapan Caca. Caca menghela nafasnya, ia membuka bekal miliknya dan menyuapi Al, Al diam bahkan menengok pun enggan.
"buka mulutnya" perintah Caca.
Al diam tak menuruti ucapan Caca. Caca yang keras kepala nekad menyuapi Al, Al menghindar dari suapan Caca.
"lo mau apasih?" tanya Al dingin setelah berhasil menghindar dari suapan Caca.
"lo belum makan dari pagi, gue cuman takut lo kena maag" ucap Caca menunduk memainkan makanannya.
" tau dari mana gue belum makan?" tanya Al.
"Feeling " ucap Caca.
Al tetap diam enggan menuruti ucapan Caca. Caca tetap batu, ia tetap menyuapai Al. Al risih ia menghempaskan sendok yang Caca pegang, menatap Caca dingin.
Caca dengan santai ia mengambil makanannya menggunakan tangannya.
"buka mulutnya " perintah Caca, lagi.
" lo mau apasih? " ucap Al dingin.
" Gue? Mau gue lo makan masakan gue, buka mulutnya " ucap Caca terus mendesak Al makan.
" nggak" ucap Al.
" buka mulutnya pesawat terbang mau masuk A....... " ucap Caca menirukan pesawat.
" bocil" ucap Al menyerah dengan Caca.
Ia dengan terpaksa memakan makanan Caca walaupun dengan tangan Caca secara langsung.
"gitu dong" ucap Caca senang.
Kini suasana diantara mereka menjadi hening, antara tak ada pembicaraan dan Al yang memang tak mau bicara. Caca tersenyum akhirnya makanan yang ia buat diamakan oleh Al.
"buka" ucap Al menyendokan makanan milik Caca.
Caca terkesima sebentar malu dan tak percaya dengan apa yang ada didepannya.
"Ck, lama" keluh Al membuat Caca tersadar. Caca membuka mulutnya dan memakan makanan yang Al suapi.
Caca menunduk malu. Walaupun hanya satu suapan tapi itu sebuah kemajuan. Al meninggalkan Caca yang mesem mesem malu.
...
Al pergi keruangan Bk, tadi guru Bk memanggilnya tentang proposal laporan osis. Saat ia sudah masuk, ada El dan kawan-kawannya yang sedang diceramahi oleh guru Bk.
" Al kamu udah buat proposalnya?" tanya guru yang lain. Al mengangguk, ia mulai membuka dan menjelaskan proposal miliknya.
" Lihat itu kakak kamu, sudah ganteng pintar juara kelas dan lihat kamu, sukanya buat ributttt aja" ucap Guru Bk memijat pelipisnya.
El berdecak tak suka, ia paling tidak suka jika sudah dibandingkan dengan Al.
"padahal kembar, kok sifatnya bertolak belakang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Sky [Tamat]
NonfiksiMenjadi anak yang tak diinginkan oleh orang tua bukan keinginan Al. Ia tak pernah meminta kepada Tuhan untuk di lahirkan di dunia ini. ia juga tak mau seperti itu. ia pembawa sial untuk papahnya, Ia aib keluarganya, Ia selalu dibedakan dari saudaran...
![Blue Sky [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/255017440-64-k455477.jpg)