Part 36

5.5K 424 34
                                        

Author doain yang silent Reader jomblo terus.











HAPPY READING






Al terus terdiam, melihat tangannya yang berdarah. Darah mengalir bebas dari pergelangannya, tanpa merasa sakit Al terus menggoreskan pecahan kaca itu semakin dalam.

Menikmati setiap tetes darahnya, Al berdiri dari duduknya lalu ia melepas pakaiannya menyaksikan sekujur tubuhnya penuh memar.

Pukulan, cambukan, bekas siraman air panas, goresan, bahkan tusukan semuanya ada dibadannya.

Ia melihat kearah jam, jam 1 lebih 5 menit. Ia keluar kamarnya dan melihat keraah kamar El yang sedikit terbuka. Ia berdecih lalu pergi keatas rumahnya.

Al duduk sendirian, membiarkan lukanya terkena angin malam. Al mengoleskan es batu kearah darah yang mengalir akibat goresannnya sendiri, memejamkan matanya membuat rambutnya berterbangan.

"dosa ya kalau gue lahir didunia ini?" ucapnya mengadah kearah langit.

"Selamat ulang tahun" bisik seseorang dari belakang.

Al sama sekali tak bergeming ia justru terkekeh melihat seorang gadis yang berpakaian putih membawa sepotong kue dengan lilin diatasnya.

Tanpa diberitahupun ia sudah tahu, setiap tahun ia pasti akan memberikannya kejutan.

"selamat ulang tahun" ucapnya sekali lagi, Al kemudian berdiri dan meniup lilinnya.

Al melihat gadis itu intens, rambut pendeknya berterbangan dengan senyuman tak luntur sama sekali dari wajahnya.

Al menyentuh rambutnya kebelakang, ia tersenyum menatap mata coklat sayunya. Al tersenyum senang, ia memegangi pipi gadis itu lalu mencium keningnya.

"selamat ulang tahun Al, semoga Al panjang umur, semoga Al bahagia" ucapnya berdoa.

"Tania sayang Al" ucapnya lalu memeluk Al erat.

Al menyambut pelukan Tania, ia mencium rambut Tania dengan senang. Tania cemberut, ia melepaskan pelukannya lalu menatap Al sayu.

"Al kapan bahagia, Al udah 18 tahun loh"

"Al bahagia kok, saat ada Tania disamping Al, Al selalu bahagia"

Karena saat bersamamu kebahagian datang begitu saja tanpa aku minta sekalipun.

...

Pagi hari telah tiba, pagi yang baik untuk El karena apa? Karena ia akan mengendari motor barunya sekarang.

El berhenti didepan rumah Caca, mengecek penampilannya apakah cukup rapih atau belum.

"pagi om" sapa El untuk Bagas yang sedang menikmati kopinya.

"pagi juga, nyamper Caca ya?" jawab istri Bagas.

"iya tante, Cacanya ada?" ucap El sopan.

"ada tuh didalem tante panggilin dulu ya" ucapnya lalu masuk ke dalam rumah.

Blue Sky [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang