Happy Reading
Hendry menggendong Al masuk ke dalam kamar. Al tertidur saat di perjalanan pulang, ia kelelahan. Hendry menyelimuti Al sampai dada, ia mengecup kening Al sebelum pergi.
Ada rasa tak tega menyelimuti hatinya untuk meninggalkan keponakannya itu. Benar, Hendry akan kembali ke Jepang. Ia menetap di jepang, selain mengurus kantor pusat milik ayahnya, pelarian juga menjadi alasan Hendry pergi.
Tap
Tap
Tap
Hendry berjalan menuju ruangan kerja milik Hans. Ia bisa melihat Hans yang tengah berkutat dengan Laptop dan setumpuk file yang menggunung. Ia berdiri, bersandar di pinggir pintu sembari menatap lurus saudaranya itu.
"Btw gue nggak main-main soal gue mau bawa Al" Ucap Hendry mengehentikan ketikan Hans pada laptop.
"Maksud lo?" tanya Hans tak mengerti.
"Kan gue udah peringatin lo kalau sampe lo sakitin Al lagi, Al bakal gue bawa ke Jepang. Dan tadi gue liat pergelangan Al terluka"
"Jadi lo beramsumsi kalo gue yang sakitin Al?" tanya Hans melipat tangannya dimeja.
"yap bener banget. Dan lo juga tau gue bakal balik ke Jepang, gue nggak main-main ya Hans" ucap Hendry lalu pergi.
Hans membanting dokumennya, ia merasa adiknya terlalu ikut campur tentang urusan keluarganya, ia kepala keluarga di sini bukan adiknya. Hans meremas rambutnya, dan menerawang ke atas dengan tatapan marahnya.
...
Tok
Tok
Tok
Al terusik dalam tidurnya. Ia mengucek matanya, melihat kearah jendala. Al berjalan sempoyongan dan membuka tirai jendala nya. Al menyipitkan matanya ternyata itu ulah tetangganya.
Tania tersenyum dibalik jendela Al. Tanpa babibu ia melompat masuk kedalam kamar Al. Gadis riang itu tetap tersenyum saat Al menunjukkan wajah herannya.
"kamu ngapain ketok-ketok jendela aku?" Tanya Al.
"sengaja biar kamu bangun" ucap Tania enteng. Tania duduk tanpa canggung, anak itu sudah biasa masuk ke kamar Al.
"aku mau kamu bantuin tugas aku" Ucap Tania membuka tas sekolahnya.
"tugas?" Ucap Al, Al ikut duduk di sebelah Tania.
"Iya! Tugas les aku belum dikerjain, kamu kan pinter. Bantuin aku ya? Ya ya yaa" ucap Tania memohon.
Al hanya mengangguk lalu ia mulai membantu Tania mengerjakan tugas lesnya. Untuk Al tugas Tania tidaklah susah, ia terbiasa dengan itu.
"ini gimana sih caranya? " Tanya Tania.
"gampang, tinggal kamu kaliin bilangannya terus di tambahin sama hasilnya" ucap Al menjelaskan.
"kok kamu tau sih? Padahal kamu kan enggak ikut les sama aku?" ucap Tania bingung.
Al tertawa pelan, ia mengusap rambut Tania dengan lembut.
"Papah udah ngajarin aku sebelum aku Tk Nia... " Ucap Al gemas saat Tania mengembungkan pipinya.
"Aw sakit tau!" Dumel Tania saat Al mengunyel pipinya.
"kamu lucu" Ucap Al sambil tertawa.
Mengejerkan tugasnya sendiri lebih tepatnya Al yang mengerjakan membuat Tania menguap, Tania mengantuk sekarang ia merasa tak berguna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Sky [Tamat]
NonfiksiMenjadi anak yang tak diinginkan oleh orang tua bukan keinginan Al. Ia tak pernah meminta kepada Tuhan untuk di lahirkan di dunia ini. ia juga tak mau seperti itu. ia pembawa sial untuk papahnya, Ia aib keluarganya, Ia selalu dibedakan dari saudaran...
![Blue Sky [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/255017440-64-k455477.jpg)