Part 24

177 7 0
                                    

Selamat Membaca Readers !
-
-
-

Minta VOTE nya dong!

Makasih.

Nih, aku kasih foto Adin.
Biar semangattt !!

 Biar semangattt !!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mau foto Zidan nya juga?

Mau foto Zidan nya juga?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Okke. Selamat Membaca!

*******

"Saya tau apa masalah kamu." Ucap Wildan pada Sandi.

Sandi mengernyit bingung. Mengapa Wildan mengetahui masalahnya? Kapan ia memberitahu laki-laki itu?

Pagi ini, Sandi diminta untuk mendatangi ruangan bosnya--Wildan. Ia duduk di kursi dihadapan Wildan.

"Masalah saya? Masalah yang mana pak?" Tanya Sandi pada Wildan

Wildan menghela napas pelan. "Kamu punya hutang ke Bank, kan?" Ucapnya membuat Sandi terdiam.

"Jangan kaget gitu San, santai aja. Saya tidak akan memberitahukan masalah ini pada siapapun." Ucap Wildan pada Sandi

"Bapak tahu ini darimana?" Tanya Sandi pada Wildan yang sedang duduk di kursinya itu.

Wildan bangun dari duduknya, lalu ia menceritakan apa yang terjadi.

"Nat, Pak Sandi mana?" Tanya Wildan pada pada Sekretaris nya yang bernama Natya.

"Pak Sandi tidak masuk hari ini, pak." Ucap Natya dengan sopan.

Wildan mengangguk. "Ya sudah. Simpan saja berkas-berkasnya di meja saya, saya ada urusan sebentar." Ucapnya memerintahkan sekertaris nya.

SALMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang