// Sebelum baca vote dulu//
***
Sampai di parkiran Dhea terhenti, Dhea masih melihat adanya mobil Harsya yang terparkir di tempat tadi dia parkir.
Itu artinya Harsya masih di sekolah, Dhea melirik kiri dan kanan mencari-cari keberadaan sang pemilik mobil.
Dhea sedikit berjalan menyisiri area parkir yang hanya tersisa beberapa mobil saja.
Dhea menghela nafas berat "Harsya kemana sih? Kok gak nungguin Dhea.."
Dhea berkacak pinggang, dia sudah mencari-cari ke setiap sudut area parkir. Namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Harsya sama sekali.
Dhea pun bingung kemana perginya laki-laki itu, padahal mobilnya saja masih terparkir di parkiran sekolah.
"Dhea pulangnya gimana nihh..." Gumam Dhea yang sudah kebingungan sendiri.
Dhea mulai gelisah saat sekolah semakin sepi, hanya tinggal beberapa murid saja yang masih tersisa karena keluar paling akhir. Atau mungkin ada kegiatan setelah jam sekolah.
Dhea berpikir untuk memesan ojek online, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya. Dia punya aplikasinya, namun biasa hanya dia gunakan untuk memesan makanan saja.
Dhea tidak pernah memakai jasa ojek online selain untuk delivery makanan. Karena Dhea selalu di antar oleh supir kemana pun Dhea pergi.
Lagipula, jika dia bisa memesan ojek online. Dhea tidak tahu alamat pasti rumah Harsya. Nama perumahannya saja Dhea tidak tahu. Nomor rumah juga Dhea tidak tahu.
Dhea memutar otak memikirkan cara lainnya, Dhea menoleh ke belakang saat mendengar suara keributan.
Ternyata Azi dan Nio mengikutinya sampai parkiran, dan masih terus beradu argumen tiada hentinya.
Dhea menghela nafas lelah "Kalian ngikutin Dhea?"
Keduanya mengangguk kompak sembari mengatur nafas.
"Dhea ngapain ke parkiran mobil? Dhea bawa mobil sendiri?" Tanya Nio sedikit merasa heran
Dhea menggeleng "Dhea nyari Harsya"
"Nyari harsya? Ngapain?" Azi mengernyit bingung
"Dhea kan tadi pagi berangkatnya sama Harsya, jadi harusnya kan Dhea pulangnya sama Harsya. Tapi Harsya nya gak ada..." Ujar Dhea sembari sesekali melirik ke sekitar parkiran lagi untuk memastikan.
Nio dan Azi ikut memeriksa setiap sudut parkiran yang terlihat oleh mata mereka.
"Bukannya Harsya udah pulang daritadi?" Gumam Azi
"Itu mobil Harsya" Nio menunjuk mobil Harsya yang masih terparkir disana, tentu Nio dan Azi pun sudah sangat paham dengan mobil Harsya.
Azi menepuk bahu Nio setelah sadar akan suatu hal, setelah dia memeriksa betul-betul area parkir ini.
"Apaan?" Nio menoleh
Azi memberi kode lewat tatapan matanya kepada Nio, dia berusaha memberi tahu Nio bahwa ada mobil lain yang masih terparkir disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Ficção Adolescente// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
