//sebelum baca vote dulu ya//
***
"Harsya!"
"Papa?"
Angga berjalan dengan cepat menghampiri putranya, di ikuti Rahma di belakangnya dengan perasaan khawatir dan cemas.
Plakk (Angga menampar Harsya)
"Keterlaluan kamu ya" ucap Angga emosi setelah melihat sikap Harsya kepada Dhea.
Rahma sebenarnya khawatir dengan Harsya, dia kasihan saat putranya harus ditampar seperti itu di depan matanya sendiri.
Namun kali ini Harsya memang perlu di beri pelajaran atas perbuatannya, Rahma hanya tak menyadari Harsya tumbuh menjadi laki-laki sekasar itu.
Harsya mengusap sedikit pipinya yang memerah, dan terasa panas setelah ditampar ayahnya.
"Papa gak pernah ngajarin kamu jadi laki-laki brengsek kegitu Harsya" ucap Angga menatap Harsya tak percaya.
"Papa memang gak pernah ngajarin Harsya jadi laki-laki brengsek. Tapi Harsya sendiri yang memilih untuk tumbuh menjadi laki-laki brengsek" jawab Harsya dengan berani menatap mata Angga.
"Harsya!" Rahma menegur Harsya atas perkataannya.
"Kamu sadar gak sama apa yang kamu bilang barusan?" Tanya Angga geram
"Sadar, Harsya sadar pah. Harsya brengsek bukan karena papa ataupun mama, Harsya brengsek karena Harsya yang milih..." Tukas Harsya
"Di dunia ini gak ada orang baik pah, sebaik apapun penampilan mereka di depan mata kita. Mereka tetap bisa jadi musuh di belakang kita, dan kita gak pernah tau siapa mereka..." Ucap Harsya dengan keberanian yang begitu besar untuk mengatakan hal seperti itu kepada ayahnya sendiri.
"Termasuk Dhea..." Lanjut Harsya
"Mama kenal Dhea dari dia masih bayi Harsya, Mama tau Dhea anak baik..." Ucap Rahma menimpali
"Manusia bisa berubah kapan aja mah, yang semula bilang benci bisa tiba-tiba jadi teman. Yang semula bilang sayang juga bisa tiba-tiba berubah jadi malaikat maut, kayak yang terjadi sama Arsy..." Ucap Harsya menatap Rahma dengan tatapan sayu.
"Yang kelihatan baik, belum tentu baik mah..." Lanjut Harsya
"Kamu terlalu sempit dalam menyimpulkan sesuatu Harsya, gak ada teori kayak gitu. Orang baik itu ada, bahkan banyak..." Tukas Angga menimpali
"Kamu bilang gak ada, karena itu yang kamu tanamkan di otak kamu selama ini." Ucap Angga berusaha mendongrak isi kepala Harsya.
Rahma menarik nafas dalam-dalam, "Yang terjadi sama Arsy itu kecelakaan, kecelakaan itu terjadi karena keteledoran."
"Tapi orang baik, yang sudah berjanji akan melindungi seseorang. Seharusnya gak boleh teledor..." Lirih Rahma dengan pandangan kosong, dia kembali teringat akan kejadian 2 tahun lalu.
Kejadian yang begitu menyakitkan bagi keluarga kecilnya, karena mereka harus kehilangan satu anggota keluarga mereka.
Yaitu, Arsy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Fiksi Remaja// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
