18. Berteman?

7.8K 267 18
                                        

// Sebelum baca jangan lupa vote dulu//

***

Harsya bersama dengan yang lainnya sudah tiba di Night club andalan mereka, sejak satu jam yang lalu.

Setiap datang kesini, mereka selalu memesan meja yang letaknya di lantai dua. Alasannya klasik, karena Harsya lebih suka di atas.

Berhubung Harsya yang lebih sering membayar pengeluaran mereka setiap keluar, jadi semuanya pun menyetujui saja.

Lagi pula, pilihan Harsya bukanlah pilihan yang buruk. Justru pilihan yang tepat, karena yang lain pun juga menyukainya.

Disaat semua orang terlihat begitu gembira menikmati dentuman musik yang menggelegar ke seluruh penjuru arah.

Sembari menari-nari, mengikuti alunan musik yang membuat jantung berdebar. Tak lupa dengan gelas berisi minuman keras yang sudah di isi berulang kali.

Dhea justru merasa pengang, telinganya berdenyut sakit mendengar suara musik yang begitu keras.

Ini pertama kalinya Dhea masuk ke tempat seperti ini setelah 18 tahun. Bahkan membayangkan tempat ini saja Dhea belum pernah, apalagi untuk masuk.

Dhea hanya duduk, dan memperhatikan seluruh teman-temannya yang sedang berjoget dengan begitu asiknya.

Di sekelilingnya pun sama, semua orang benar-benar terlihat menikmati malam mereka disini.

Apakah hanya Dhea yang merasa tidak nyaman Di sini?

Sudah satu jam sejak mereka datang, dan mereka sudah menghabiskan 2 botol wine bersama-sama.

Kecuali Dhea, hanya Dhea yang tidak menyentuh minuman itu sama sekali sejak dia datang.

Disaat yang lain meminum itu, Dhea hanya minum air mineral yang diberikan Syila.

Dan kini, air mineralnya hanya tinggal setengah botol.

Karena suara musik yang begitu keras, dan ramainya orang di sekitarnya. Dhea tidak bisa fokus memperhatikan teman-temannya.

Dhea takut mereka berpencar, dan Dhea di tinggal sendiri disana.

Sejak tadi Dhea terus mengawasi Syila dan Aqeela yang asik menari bersama Nio, Rey dan Azi.

Ah, benar juga. Kemana perginya Harsya?

Dhea bahkan tidak menyadari Harsya sudah tidak ada di antara mereka berlima.

Dhea menoleh ke kiri dan kanan, berusaha mencari sosok Harsya di sekitar sana. Namun efek pencahayaan yang minim membuat Dhea kesulitan.

Entah kemana Harsya pergi tak berpamitan, setidaknya Harsya bisa bilang bukan. Jadi Dhea tak perlu merasa cemas.

Tunggu, Dhea melihat ponselnya menyala. Dan muncul notifikasi panggilan dari bundanya, Mita.

Gawat, jika Mita tahu keberadaan Dhea disini. Pasti dia akan dimarahi.

Terlebih lagi Harsya, dia pasti akan mengamuk lagi. Jika tahu Dhea bilang mereka pergi ke club seperti ini.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang