// Jangan lupa Vote sebelum baca//
***
"Harsya mana?" Tanya Syila menghampiri meja tempat biasa mereka makan di kantin.
"Sama kanjeng lampir" jawab Nio seraya tertawa kecil
Syila terkekeh mendengar jawaban Nio, Syila pun mengambil tempat duduk di sebelah Reynan seperti biasanya.
"Kok gak sama Dhea?" Tanya Reynan heran karena tidak melihat keberadaan Dhea di dekat Syila.
"Ke toilet" Jawab Syila seraya mencomot pisang goreng di atas meja yang tidak tau milik siapa.
"Sendiri?" Tanya Nio Penasaran
Syila mengangguk sembari asik mengunyah pisang goreng di mulutnya.
"Tumben, biasanya cewek kalau ke kamar mandi harus ada dayangnya" ucap Nio
"Tadi mau gue temenin, tapi gak mau Dhea nya" ucap Syila menjawab jujur.
Sebab Dhea memang menolak untuk ditemani Syila, katanya Syila duluan pergi ke kantin saja. Sekalian memesankan Dhea makanan, jadi saat Dhea tiba di kantin. Makanan sudah siap..
"Sepi ya... Azi gak masuk, Aqeela juga gak masuk, si Harsya lagi kerjanya melipir Mulu sama Mak lampir" ujar Syila dengan raut wajah lesu
"Aqeela kapan sih masuknya?" Tanya Nio terdengar kesal
Syila dan Reynan melirik Nio sembari tersenyum miring.
"Kangen kan Lo sama Aqeela?" Tanya Syila menggoda Nio
Nio melotot "Dih ngaco, orang gue cuma nanya"
"Nanyanya biasa aja dong, gak usah kek sebel gitu..." Lanjut Reynan ikut menggoda Nio
"Itu tadi gue biasa aja Rey, Lo pada aja yang dengernya beda. Konslet gue rasa telinga Lo berdua" jawab Nio menggerutu
Syila dan Reynan saling tertawa kecil melihat reaksi Nio.
"By the way, katanya kalian punya tempat nongkrong baru? Dimana? Kok gue gak dikasih tau?" Tanya Aqeela mengingat perkataan Reynan kemarin saat pulang sekolah.
Reynan bercerita kepada Syila, bahwa mereka sudah mempunyai tempat nongkrong baru untuk merokok.
Karena tempat sebelumnya sudah ketahuan, jadi mereka akhirnya pindah. Tapi Syila belum diberi tahu dimana tempat itu.
"Emang Rey belum kasih tau?" Tanya Nio bingung
Syila menggeleng "Makanya gue tanya nih sekarang, dimana sih emang?"
"Di belakang sekolah, warung baru" jawab Reynan lebih dulu
Nio mengangguk membenarkan jawaban Reynan agar Syila percaya.
"Emang iya ada warung baru?" Gumam Syila nampak ragu.
"Ada, baru buka kemarin. Kapan-kapan deh Lo kesana" ujar Nio
Syila mendelik tajam "Gue mah anak baik, gak suka bolos kayak Lo pada"
Nio berdecih pelan "Anak baik mana yang 18 tahun udah gak perawan" gumamnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Novela Juvenil// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
