// Sebelum baca bisa vote dulu lah ya//
***
Jam istirahat pun tiba, seluruh siswa bergerombolan datang silih berganti memasuki area kantin sekolah.
Termasuk Dhea dan Syila, keduanya berjalan beriringan sembari berbincang dan bercanda kecil sepanjang perjalanan.
Tak sedikit ada beberapa siswa yang menegur keduanya, tampaknya apa yang Syila dan Bian ucapkan mengenai Dhea memang benar.
Sudah banyak siswa-siswi di sekolah ini yang mengetahui Dhea, bahkan tahu namanya. Padahal Dhea tidak mengenal mereka, Dhea hanya tahu siswa-siswi di kelasnya saja.
Suasana kantin hari ini cukup ramai dibandingkan hari biasanya, mungkin karena habis jam olahraga juga. Jadi semua siswa yang mengikuti kelas olahraga pergi ke kantin bersamaan.
Dhea dan Syila memutuskan untuk membagi tugas, Syila pergi mengantri batagor. Sedangkan Dhea pergi mengantri untuk es buah dan cireng.
Setelah mendapatkan pesanannya, mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke meja yang biasa mereka tempati.
Atau lebih tepatnya meja yang menjadi milik Harsya & Circle selama ini.
Saat keduanya tiba, ternyata yang lain sudah lebih dulu sampai disana. Dan hanya tinggal tersisa satu kursi saja, karena Aurel ikut duduk di meja itu bersama Harsya.
Sehingga kursi yang seharusnya bisa Dhea tempati, diambil oleh Aurel.
"Sini sini..." Reynan menggeser kursi kosong di sebelahnya untuk Syila.
Syila yang masih berdiri dengan membawa dua piring batagor di tangannya melirik kepada Aurel dengan sinis.
"Lo ngapain?" Tanya Syila terdengar sangat ketus
Harsya yang mendengarnya sontak mendongak melirik Syila.
"Makan" jawab Aurel dengan santai
"Ya ngapain Lo makan disini?" Tanya Syila geram
"Emangnya kenapa? Gak boleh gue duduk disini?" Jawab Aurel balas bertanya
"Kenapa sih Syil?" Tanya Harsya yang sudah lelah dengan pertengkaran mereka, selama ini setiap bertemu mereka hanya selalu berdebat.
Tidak pernah akur sekali pun, entah apa masalah keduanya. Bahkan jika ada Aqeela pun sama saja, terkadang justru makin panas karena adanya Aqeela.
"Ya ini Mak lamp~ maksud gue Aurel, kenapa duduk disini sih?" Syila melirik Harsya menuntut jawaban
"Apa masalahnya? Biasanya juga disini kan?" Jawab Harsya dengan santai kembali memberikan pertanyaan kepada Syila.
Memang keduanya sama saja, diberi pertanyaan bukannya dijawab. Tapi justru balik bertanya, jika bukan mereka siapa lagi yang seperti itu.
"Udah jangan ribut, ambil aja kursi lagi. Masih bisa kok geser dikit" ujar Nio melerai perseteruan itu.
"Ya kan jadinya sempit, kursinya sih bisa nambah. Mejanya nih yang gak muat..." Gerutu Syila kemudian memberi isyarat kepada Dhea untuk pergi dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Dla nastolatków// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
