26. Gara-gara Anjing

7.4K 243 20
                                        

// Jangan lupa vote sebelum baca//
***

Sore hari ini cuacanya lebih cerah, padahal pagi tadi terus gerimis dan mendung.

Karena cuaca yang berubah baik, Dhea memutuskan untuk pergi ke supermarket. Stok bahan makanan di rumah sudah habis.

Ada beberapa keperluan rumah yang perlu Dhea beli juga.

Dhea berencana mengajak Harsya untuk menemaninya, namun Harsya menolak. Sebab dia bilang dia ingin pergi jogging bersama Aurel sore ini.

Bukankah itu keterlaluan?

Padahal Dhea yang merawat Harsya dari pagi sampai kondisinya membaik. Bukannya membalas kebaikan Dhea dengan menemani Dhea berbelanja.

Justru Harsya malah pergi jogging bersama Aurel. Lalu kenapa dia tidak minta Aurel saja untuk merawatnya tadi pagi.

Dhea bahkan mengorbankan separuh waktunya di hari libur ini untuk Harsya. Namun Harsya benar-benar seperti tidak tau terimakasih.

Jika tahu begini, lebih baik Dhea biarkan saja Harsya menggigil tadi pagi. Huh..

Pada akhirnya Dhea pergi ke supermarket, ditemani oleh Azi. Tapi menggunakan mobil Harsya.

Duar..! (Suara ban meletus)

"Aaa!" Dhea sontak menjerit karena terkejut mendengar suara letusan yang keras itu.

"Azi kenapa??" Ujar Dhea panik

"Eh eh... Pecah ban deh kayanya" ujar Azi sembari menepi untuk menghentikan mobilnya.

"Lo gak papa?" Azi melirik Dhea was-was, takutnya Dhea kena serangan jantung kan bisa bahaya.

"Dhea gak papa kok, cuma kaget aja dikit."

"Gue coba cek dulu ya, bentar." ujar Azi kemudian keluar dari mobil.

Dhea yang tidak tau harus melakukan apa, akhirnya ikut keluar untuk memeriksa.

"Gimana?" Tanya Dhea menghampiri Azi yang sedang memeriksa ban mobil bagian depan.

"Yah, bocor Dhe..."

"Terus gimana? Ada ban serep gak?"

"Gak tau lagi gue juga, harusnya sih ada ya." Ujar Azi tak yakin.

Azi berjalan ke bagasi, untuk memeriksa ada ban cadangan atau tidak di mobil Harsya.

"Oh ada kok ini"

Azi mengeluarkan ban serep, serta dongkraknya juga.

Sedangkan Dhea hanya memperhatikan saja. Dia ingin membantu, tapi dia tidak tahu apa yang bisa dia bantu.

"Azi bisa?"

Azi berkacak pinggang menatap ban dan juga dongkrak di hadapannya.

"Bismillah aja lah..."

"Serius? Kalau gak bisa mending panggil bengkel aja." Usul Dhea masuk akal.

"Bisa deh kayanya, gue pernah ganti ban sih. Tapi terakhir udah satu tahun yang lalu hehe..."

"Yakin bisa gak nih? Itu kan udah lama banget?" Dhea semakin ragu

"Bisa, percaya aja sama gue aa Azi." Tukas Azi meyakinkan Dhea.

"Lo tunggu di bawah pohon itu aja Dhe." Azi menunjuk salah satu pohon rindang yang ada di tepi jalan.

Yang ada satu bangku panjang di bawah pohon itu.

Sebenernya di sepanjang jalan ini banyak terdapat tempat duduk. Karena ini jalanan di sekitar taman.

Biasanya banyak orang yang suka jogging, ataupun bersepeda di jalanan ini. Makanya di sediakan beberapa tempat duduk untuk beristirahat.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang