6. Salah Siapa?

9.5K 357 1
                                        

// sebelum baca vote dulu//

***

Singkat cerita setelah Harsya berhasil mengurus Aurel dia langsung kembali ke rumah.

Sekarang sudah pukul 22.15 WIB, tadi Harsya mengatakan kepada Azi dan Nio bahwasannya dia akan pulang jam 22.00 WIB.

Dan ini sudah lewat 15 menit dari perkiraannya. Jika tidak bertemu Aurel, mungkin Harsya sudah tiba di rumah sejak tadi.

Tubuhnya sudah terasa lelah hari ini, bahkan asupan caffeine dari kopinya seperti tidak berefek pada Harsya.

Begitu masuk ke dalam rumah Harsya langsung tertuju ke ruang tengah. Karena dari sanalah dia mendengar suara-suara kebisingan Azi dan Nio.

Harsya menggulung lengan kemejanya hingga sampai ke siku, kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa sembari memejamkan matanya.

Dia benar-benar kelelahan hari ini. Baik secara fisik dan mental.

"Katanya jam 10, ini udah jam berapa tuh?" Tegur Nio tanpa melirik ke arah Harsya.

Harsya yang semula memejamkan matanya sontak melirik Nio dan Azi yang masih asik bermain PS.

Harsya tidak heran lagi dengan kedua temannya itu, tapi saat menyadari siapa yang berapa di tengah-tengah mereka...

Harsya langsung menegakkan tubuhnya melihat Dhea yang tertidur di sofa dengan posisi kepalanya bersandar di bahu Nio.

Apalagi saat Harsya menyadari pakaian Dhea seperti itu, Pikirannya menjadi kemana-mana dan tak karuan.

Harsya menatap Nio dengan tajam, "Lo abis ngapain?"

"Ssttt..." Nio berdesis geram karena suara Harsya yang sangat berisik.

"Jangan berisik anjir, nanti Dhea bangun" ujar Nio dengan suara pelan namun masih dapat di dengar oleh Azi dan Harsya dengan jelas.

Harsya berdiri kemudian mendekati Dhea, dia menatap Dhea dengan tatapan aneh. Hal itu tak luput dari pandangan Nio.

"Dhea tidur Sya.." ujar Nio

Harsya melirik kedua temannya penuh curiga, "Dhea kalian apain?"

"Gak di apa-apain anjir, nyentuh aja engga" Jawab Azi mengangkat kedua tangannya keatas.

"Terus ini apa? Kenapa dia Kegini?" Harsya menatap ketiganya dengan rasa heran.

"Lo jangan mentang-mentang ngeliat Dhea begini jadi mikir kita ngapa-ngapain ya Sya, orang kita dateng juga bentukannya udah begini..." Tukas Nio menjelaskan dengan jujur.

"Dia cuma tidur kok, bukan mabok" timpal Azi

"Lagian ya kali kita mau ngajak cewek polos kek Dhea buat mabok Sya..." Ujar Azi melanjutkan kalimatnya

"Lo liat aja tuh dimeja ada alkohol gak? Adanya juga cuma cola-cola, ya kali anjir mabok cola-cola udah udah kek bocil SD!" Tukas Nio sembari tertawa kecil saat menyadari perkataannya sendiri.

"Yaudah bangunin, suruh pindah sana.." ujar Harsya acuh

"Kasian lah kalau dibangunin, dia nungguin Lo daritadi gila" ceplos Azi geram

"Lo angkat sana ke kamarnya" ujar Nio menyuruh Harsya

Harsya menatap Nio sinis "Ogah, Lo aja sana" ujarnya kemudian kembali duduk di tempatnya tadi.

"Kasian ini Sya kalau di bangunin, Lo pengertian dikit kek. Kan Lo dikasih tanggung jawab sama orangtua Dhea buat jagain anaknya..." Ujar Nio membuat Harsya heran, kenapa dia bisa tahu. Padahal Harsya belum menceritakannya kepada mereka.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang