28. pdkt?

5.7K 247 42
                                        

//Sebelum baca jangan lupa vote dulu//
***

"Mau kemana?"

Suara keras Harsya mengejutkan Dhea yang sedang melintasi ruang tengah, dia hendak keluar untuk mencari makanan.

Untung saja Dhea tidak punya riwayat jantung, kenapa Harsya suka sekali mengejutkan orang sih.

Dhea menoleh ke samping, ternyata di ruang tengah ada Harsya. Dhea tidak melihatnya tadi, makanya Dhea berjalan lurus saja tanpa menoleh kanan kiri.

Dhea pikir Harsya tidak di rumah, sebab dari pulang sekolah tadi Dhea tidak melihat Harsya di rumah.

Tapi ternyata dugaannya salah, buktinya sekarang Harsya ada di sini.

"Harsya sibuk gak?'

Harsya melirik Dhea yang sedang berjalan ke arahnya sekilas, dari situ perasaannya saja sudah tidak enak.

Entah apa lagi yang akan di lakukan Dhea kali ini.

Harsya mengabaikan Dhea, dia memilih pura-pura fokus menonton acara televisi. Padahal sebenarnya dia tidak terlalu tertarik dengan acara itu.

Dhea membuang napas kesal, hello...

Apakah Dhea tidak terlihat disini? Dhea baru saja bertanya loh ini.

"Harsya ih di tanya kok diam aja sih?" Ujar Dhea kesal

"Ya Lo liat aja gue sibuk apa engga" tukas Harsya

"Engga, gak sibuk kan?"

"Temenin Dhea yuk?" Ujar Dhea sembari tersenyum lebar kepada Harsya.

Harsya menoleh sesaat, kemudian fokus kepada televisi lagi.

"Kemana?" Tanya Harsya acuh

"Cari makan"

"Di rumah aja banyak makanan, mau cari apa sih?"

"Ya apa aja, batagor kek, martabak telor kek, cimol kek, atau apa gitu..." Ujar Dhea sembari membayangkan makanan yang baru saja dia sebut.

"Mager ah"

"Ihh, kok gitu...?"

"Udah malam Dhe, mana ada yang jualan."

"Ada lah, banyak biasanya di pinggir jalan dekat taman sana." Ujar Dhea yakin

"Udah pada balik lah, udah malam." Jawab Harsya asal

Dhea melirik jam dinding yang terpasang di dinding.

"Baru jam 7, masa iya Udah pada pulang sih?" Ujar Dhea tak yakin

"Ya Lo cek aja sendiri sana kalau gak percaya" ketus Harsya tak mau pusing berdebat.

"Yaudah, Dhea mau keluar bentar..."

Sontak Harsya langsung melirik Dhea panik. "Mau kemana?"

Dhea berbalik, "Ya mau liat kesana lah"

"Ngapain sih? Besok aja jajannya" tukas Harsya tidak mengizinkan Dhea keluar.

Dhea menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.

"Orang Dhea pengennya sekarang..." Rengek Dhea kesal

Harsya memijat pelipisnya, astaga. Cobaan apalagi ini malam-malam begini.

"Kan banyak Snack itu di lemari, Lo yang beli kan kemaren?"

Dhea mengangguk kecil "Tapi pengen yang lain. Gak mau Snack, bosan..."

"Ya terus itu buat apa Lo beli Snack banyak-banyak gitu kalau di makan, kan sayang." Protes Harsya mengingat betapa banyaknya belanjaan Dhea kemarin.

"Ya buat di makan" Jawab Dhea polos

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang