"Harsya mau kemana?" Dhea menegur ketika Harsya melintasi ruang tamu hendak keluar rumah dengan pakaian rapi nya.
Harsya menoleh sekilas, "Nongkrong sama anak-anak."
"Gak makan malam dulu? Dhea udah masakin loh tadi..." Ujar Dhea mengingatkan Harsya untuk makan dahulu sebelum pergi.
"Gak usah lah, nanti makan di luar aja sekalian." Ujarnya dengan acuh, lalu melenggang pergi begitu saja.
Dhea berdecak kesal, dia mematikan televisi yang masih menampilkan serial kartun favoritnya. Lalu menyusul Harsya keluar.
"Harsya, tunggu!" Pekiknya
Harsya yang posisinya sudah duduk di atas motornya, dan hendak memakai helm itu hanya bisa berdecak kesal.
"Apaan?"
"Ikut ya?? Dhea bosen di rumah terus..." Dhea mulai merengek kepada Harsya.
"Gak."
"Aaa... Ikuttt..."
"Males gue."
"Ihh ikut ya????"
"Kan ada kawan Lo tuh, main aja sama dia. Ngapain ikut gue." Kata Harsya menjawab dengan ketus.
Dhea menghentakkan kakinya di lantai sembari berdecak kesal, "Ih... Sekali-kali Dhea ikut Harsya kenapa sih?"
"Males gue, repot kalau ada Lo."
"Engga... Gak repot." Sahut Dhea dengan cepat.
Harsya menggeleng, "Ogah gue." Ujarnya tetap kekeh.
Harsya mulai menghidupkan motornya, melihat hal itu Dhea dengan inisiatifnya yang tinggi langsung mencabut kunci motor Harsya, sehingga motornya pun mati.
"Dhea, ya ampun!, apaan sih. Balikin gak?!"
"Ikut..." Dhea tak berhenti merengek sembari menyembunyikan kunci motor Harsya di belakang tubuhnya.
"Ck, ah. Gak mau gue!" Harsya mulai meninggikan suaranya karena kesal di ganggu Dhea.
"Aaa kenapa sih?? Dhea janji gak rese kok." Ucapnya sembari memberikan jari kelingkingnya pada Harsya.
"Gak! Di bilangin engga juga bawel banget sih Lo. Udah mana sini balikin kunci motor gue, buru-buru ini udah di tungguin yang lain." Kata Harsya dengan sewot meminta kuncinya.
"Dhea kasih kunci motornya, kalau Dhea diajak. Kalau engga gak akan Dhea kasih, sekalian Dhea aduin Mama Rahma juga wle..." Dhea menjulurkan lidahnya mengejek Harsya dengan menjadikan Rahma bentengnya.
"Lo ikut juga mau ngapain sih? Kek ngerti aja..." Sewot Harsya dengan kesal.
"Ihhh, ngeledek banget. Gini-gini Dhea juga bisa gaul tau..." Ucapnya merajuk dengan lucu.
"Yaudah sana main sama temen Lo sendiri, gak usah ngintilin gue." Ujar Harsya dengan sengit, seraya mencoba merebut kunci motornya dari Dhea.
Gadis itu segera mundur dengan cepat menjaga jarak sejauh mungkin dari jangkauan Harsya. "Kalau Dhea gak boleh ikut, Harsya gak boleh keluar." Ucapnya
Harsya turun dari motornya, seraya melepaskan helm nya dengan perasaan kesal.
"Rese Lo ah!" Umpatnya seraya meletakkan helmnya di atas jok motor.
Melihat Harsya turun dari motornya membuat Dhea merasa senang, karena dia pikir dia menang.
Ternyata tidak...
Harsya pergi kearah garasi mobil di samping, dengan dahi berkerut dan perasaan bingung Dhea pun membuntuti Harsya ke garasi.
"Harysa mau ngapain??"
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Ficção Adolescente// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
