Pukul 00.15 dini hari, Dhea terbangun dari tidurnya karena mendengar ponselnya yang terus berdering. Karena terganggu akhirnya Dhea memaksakan dirinya untuk bangun dan memeriksa ponselnya.
Dengan mata yang masih sangat lengket untuk terbuka, Dhea mengambil ponselnya di atas nakas lalu meriksa id penelpon yang masuk.
"Aqeela ngapain nelpon tengah malam gini sih..." Gumamnya sedikit kesal karena acara tidurnya harus di ganggu oleh panggilan beruntun dari Aqeela.
Namun pada akhirnya Dhea tetap menjawab panggilan masuk dari Aqeela sembari menguap lebar.
"Halo qeel, kenapa nelpon tengah malam gini??" Tanya Dhea dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Hah? Syila? Engga tuh, Syila gak ada di sini." Kata Dhea menjawab sembari kebingungan karena tiba-tiba Aqeela bertanya apakah Syila disini atau tidak.
"Harsya udah tidur kayaknya, emangnya kenapa sih? Ada apa?" Dhea berusaha memperjelas tujuan Aqeela menghubunginya di jam segini.
"Hah, Syila hilang??" Mendengar hal itu Dhea langsung terbangun dengan nyawa yang langsung full karena terkejut. Dhea benar-benar panik kala ini.
"Serius ini Syila hilang? Di culik atau gimana?" Dhea sampai bangun dari tempat tidur karena ikut panik mendengar suara Aqeela yang nampak begitu khawatir. Sepertinya ini kondisi yang serius.
"Kok bisa hilang gimana sih qeel maksudnya? Hilangnya dimana? Ini Aqeela ada dimana sekarang?" Dhea bertanya dengan bertubi-tubi karena ikut panik.
Dhea mendengarkan Aqeela bercerita mengenai kronologi menghilangnya Aqeela, sambil mendengarkan Dhea keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu untuk mengambil minum.
Dhea menyimak dengan baik semua cerita dari Aqeela, mulai dari Aqeela yang membawa Syila ke tempat karaoke hingga mengajaknya minum-minum sampai Syila pun berakhir mabuk.
Awal mula kejadiannya saat Aqeela meninggalkan Syila untuk pergi ke kamar mandi, dan begitu dia kembali ke room mereka ternyata Syila sudah tidak ada di sana.
Aqeela bertanya kepada salah seorang pekerja disana katanya Syila pergi keluar, saat Aqeela menyusul keluar dia tidak bisa menemukan keberadaan Syila dimana pun.
Alhasil setelah mencari tidak kunjung ketemu, akhirnya Aqeela menelpon semua teman-temannya untuk memeriksa, siapa tau Syila menelpon salah satu dari mereka untuk menjemputnya di tempat karaoke, pikir Aqeela.
Mendengar semua cerita Aqeela Dhea pun jadi paham mengapa Aqeela menghubunginya, dia pun juga teringat bahwa Harsya sempat pergi keluar setelah Aurel datang tadi.
Namun Dhea tau Harsya sudah pulang, sebab saat Dhea terbangun untuk buang air kecil dia mendengar suara pintu kamar Harsya berbunyi seperti terbuka lalu tertutup lagi.
"Harsya sih tadi emang sempat keluar, tapi kalau sekarang sih udah pulang." Ujar Dhea menjawab perkataan Aqeela di telepon.
"Oh, Harsya gak angkat telepon? Dia udah tidur sih mungkin qeel. Terus ini gimana? Aqeela mau lapor ke polisi atau gimana sekarang?" Kata Dhea bertanya mengenai Syila lagi.
Dhea duduk di kursi di tempat makan sembari minum air putih untuk membahasi tenggorokannya yang kering.
"Iya juga ya, kalau lapor polisi harus nunggu 1x24 jam dulu baru bisa di terima laporannya." Gumam Dhea menyahut
"Dhea bantu cari ya? Aqeela sekarang dimana posisinya biar Dhea susulin, Dhea bantu cari Syila ya...?" Ujarnya berinisiatif sebab Dhea juga risau.
Namun mendengar perkataan Aqeela Dhea hanya bisa menghela nafas pasrah, "Iya juga ya, cari taxi jam segini susah." Ujarnya dengan lesu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
