// Sebelum membaca vote dulu//
***
Dhea menyandarkan punggungnya di kursi sembari meregangkan ototnya yang kaku.
"Aduh capek ya nulis kalau buru-buru gini..." Ujar Dhea mengeluh
Dhea melirik kesamping, ternyata Syila belum selesai mengisi semua jawabannya.
"Syila masih banyak?" Tanya Dhea
"Dikit lagi nih ada yang keliru tadi, gue nulis jawaban soal nomor dua di nomor tiga. Nomor dua nya keloncatan soalnya" jawab Syila tetap fokus pada buku tulisnya.
"Hah? Apanya yang loncat?" Dhea mengernyit heran
"Keloncatan Dhea..." Syila menatap Dhea geram
Dhea menyengir "oh... Dhea salah denger"
"Ah... akhirnya selesai juga" Syila meletakkan pena nya di atas meja kemudian ikut menyandarkan punggungnya di kursi.
"Dhe, gue nitip buku gue sekalian kumpulin ya" ujar Syila kemudian di angguki oleh Dhea.
"Mana bukunya sini Dhea kumpulin"
Syila pun memberikan buku tulisnya kepada Dhea,
"Makasih Dhea cantik" ujar Syila seraya tersenyum lebar.
"Iyaa"
"Yaudah yuk siap-siap, ganti baju" ajak Syila setelah Dhea kembali.
Ranty menoleh ke meja belakang "Ayo Dhe, ikut gue ambil baju di loker" ajak Ranty
Dhea mengangguk kemudian berdiri "Ayo"
"Yaudah, gue tunggu di kamar mandi ya Dhe" ujar Syila seraya mengambil baju olahraga miliknya yang dia letakkan di dalam tas.
Dhea mengangguk "oke" jawabnya, kemudian pergi bersama Ranty.
Singkat cerita,
Kini seluruh siswa-siswi kelas 11 MIPA 1 dan 2 sudah berkumpul di lapangan outdoor.
Lapangan Volley dan lapangan basket letaknya bersebelahan. Sehingga mereka bisa latihan bersama-sama tanpa harus berpencar.
Di pimpin oleh Vicko sebagai ketua kelas yang diberi tanggung jawab oleh pak Rama ( Guru penjaskes) untuk mendisiplinkan siswa kelasnya, kelas 11 MIPA 2 untuk melakukan pemanasan bersama-sama.
Dan di sebelahnya ada kelas 11 MIPA 1, di pimpin oleh Zanva yang menjabat sebagai ketua kelas 11 MIPA 1, sekaligus Ketua OSIS SMA Kencana itu bersama-sama melakukan pemanasan juga.
Di barisannya, Dhea terus melirik ke arah kelas sebelah. Dhea sudah melihat keberadaan Harsya, Azi, Nio dan Rey dibarisan kelas sebelah. Sebab mereka ada di barisan paling depan.
Namun karena Dhea terus mendengar bisikan-bisikan dari teman sekelasnya yang terus menyebut nama Aurel.
Dhea menjadi penasaran, dia juga belum sempat melihat wajah Aurel dengan jelas kemarin. Dhea mencoba mencari-cari siswi yang bernama Aurel itu, apakah benar Aurel satu kelas dengan Harsya?.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
