35. Reynan part. 2

4.4K 151 8
                                        

// Sebelum baca vote dulu//
***

Hari Minggu kali ini Rumah Harsya sudah di hiasi oleh keributan di pagi hari. Siapa pelakunya?

Tentu Dhea dan Harsya, seolah tiada hari tanpa keributan bagi mereka berdua. Dimana dan kapan pun selalu bisa terjadi keributan.

Seperti pagi ini, Dhea baru bangun tidur dan turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan. Tapi saat baru saja selesai menuruni anak tangga yang terkahir, Dhea sudah mendengar omelan Harsya yang menyambut telinganya.

"Teman Lo udah pulang?" Tanya Harsya, seraya membuntuti Dhea pergi ke dapur.

Dhea berjalan dengan lemas, sembari mencepol rambutnya ke belakang.

Dhea pergi ke Wastafel untuk mencuci tangannya, Dhea menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Harsya.

"Belum, kan nginep disini." Kata Dhea

Harsya membuka pintu kulkas, lalu mengambil satu kotak jus jambu dan meminumnya. Tak lupa dia juga menutup kembali pintu kulkasnya, sebelum duduk di bar kecil sembari memperhatikan Dhea yang akan memasak.

"Tidur dimana dia?" Harsya melirik Dhea dengan curiga, sebab Harsya belum memeriksa kamar tamu.

"Di kamar lah, dimana lagi." Jawab Dhea setengah kesal dengan pertanyaan Harsya yang menurutnya konyol.

Harsya berdecak kesal, "Serius."

Dhea melirik Harsya kesal, sembari berkacak pinggang. "Emang Dhea kelihatan lagi bercanda?"

Harsya lalu terdiam, "Di kamar mana?" Harsya kini mengganti pertanyaannya, sembari memperhatikan Dhea yang sedang membersihkan udang.

"Di kamar Dhea." Ujar Dhea dengan santai

"Uhuk..."

Harsya sampai tersedak jus setelah mendengar jawaban Dhea, "hah?"

Dhea yang mendengar respon Harsya seperti kaget langsung mendongak menatap wajah Harsya.

Dhea baru sadar atas ucapannya, Harsya pasti terkejut karena Dhea tidur sekamar dengan Reynata.

Dhea lupa, Harsya kan tidak tahu kalau Reynata sebenarnya perempuan. Ah, Reynata membuat suasana jadi sulit untuk Dhea.

"Lo tidur sekamar sama dia?!" Harsya menatap Dhea tak menyangka

Dhea diam beberapa detik untuk memikirkan alasan yang bagus.

"Dhea udah sering kok dulu tidur bareng sama Rey."

Harsya memicingkan matanya "Gila Lo?"

"Temen sih temen, Lo akui dia sebagai sahabat Lo juga masih oke. Tapi kalau tidur bareng? What the hell?"

"Dhea cuma tidur, gak ngapa-ngapain. Kenapa sih emangnya?" Dhea melirik Harsya heran sendiri

"Lo serius tanya kenapa ke gue? Lo serius gak ngerti maksud gue?"

Dhea menghela nafas panjang "Emangnya Harsya mikirin apa coba? Orang Dhea gak ngapa-ngapain. Dhea beneran cuma ngobrol-ngobrol sampai ketiduran. Udah..."

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang