// Sebelum baca jangan lupa vote dulu//
***
Harsya paling bosan dengan drama-drama semacam ini. Menurutnya, segala sesuatu yang disampaikan secara berlebihan itu adalah drama.
Ya, seperti Dhea.
Dia mengatakan hal-hal konyol lagi untuk yang kesekian kalinya, bahkan dia berani melakukan hal yang juga konyol.
Bagaimana bisa dia memeluk Harsya dan mengatakan perihal perjodohan mereka?.
Bahkan tanpa Dhea pun, Harsya akan melakukan apapun untuk membujuk orangtuanya membatalkan perjodohan konyol itu.
Bisa-bisanya Dhea gunakan hal itu untuk membuat Harsya mau berteman dengan Dhea. Sebenernya, bukan Harsya tidak mau berteman.
Namun, untuk berteman dengan Dhea itu adalah suatu hal yang sangat ingin Harsya hindari. Sebab dia tidak suka kericuhan yang selalu terjadi di sekitar Dhea.
"Kita omongin besok lagi deh, gue benar-benar udah capek banget hari ini Dhe." Ucap Harsya mengabaikan segala ucapan Dhea sebelumnya.
"Lagian Ini juga bukan hal mendesak yang harus banget di bicarain sekarang kan..."
"Yaudah, iya iya Dhea keluar..."
Setelah memastikan Dhea benar-benar keluar dari kamarnya, Harsya langsung menarik nafas sebanyak-banyaknya.
Kepalanya kembali berdenyut, entah kenapa memikirkan Dhea membuat kepalanya pusing sekali.
Harsya memeriksa ponselnya yang bergetar, banyak sekali pesan masuk yang belum dia baca.
Termasuk pesan dari ibunya, dari Aurel, dan lain-lain. Sampai membuat Harsya semakin pusing melihat sangking banyaknya pesan masuk di WhatsApp nya.
Ada satu pesan yang membuat Harsya langsung tertarik ingin melihatnya. Pesan itu dari sebuah nomor, yang disimpan Harsya di kontaknya dengan nama Ebit.
Ebit adalah kenalan Harsya, sekaligus pemilik club yang Harsya kunjungi tadi.
Harsya memintanya memeriksa rekaman cctv sebelum pulang ke rumah, karena Harsya perlu tahu siapa orang yang melecehkan Dhea.
Harsya membuka pesan dari Ebit. Ada dua foto yang di kirimkan kepada Harsya.
Foto pertama, adalah foto yang diambil dari rekaman cctv. Memperlihatkan seorang laki-laki dengan Hoodie hitam, yang mukanya tidak terlalu jelas.
Namun satu hal yang jelas dari foto itu adalah, laki-laki dengan Hoodie hitam itu keluar dari pintu lantai tiga club yang Harsya datangi tadi.
Iya, dia terlihat keluar dari sana pada perkiraan waktu yang sama dengan kejadian yang terjadi kepada Dhea tadi.
Dia keluar tepat sebelum Harsya datang kesana.
Lalu foto kedua, memperlihatkan orang yang sama, dengan pakaian yang sama. Memasuki salah satu kamar yang disediakan di club, yang berada di lantai tiga itu.
Namun foto kedua, memperlihatkan cukup jelas wajah orang itu, karena dia sempat melirik ke arah cctv sebelum masuk ke dalam kamar.
Harsya menggenggam erat ponselnya, rahangnya mengeras saat mengetahui siapa pelaku yang melecehkan Dhea di club tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
