"Kenapa mereka ke bandara ya?" Reynan menatap Harsya penuh pertanyaan setelah berhasil mengikuti mobil yang di tumpangi Dhea sampai di bandara.
Harsya melepas helm nya, dan mulai berjalan sembari celingukan mencari keberadaan Dhea.
"Apa mungkin Dhea pulang ke rumah orangtua nya Sya? Balik ke bandung?" Ujar Reynan menduga-duga.
"Bisa jadi, udah Lo fokus aja cari Dhea dulu." Kata Harsya tak mau memikirkan hal lainnya, sementara saat ini yang pasti mereka harus bisa menemukan Dhea lebih dulu.
"Aduhh... Gimana sih jalannya." Seorang ibu-ibu muda menggerutu saat Harsya tak sengaja menabrak ibu-ibu itu sehingga barang bawaannya jatuh semua.
"Maaf maaf buk, biar saya bantu." Reynan dengan cepat membantu si ibu membereskan barang-barangnya yang jatuh.
"Omongin tuh temennya, kalau jalan hati-hati. Liat kanan-kiri dan perhatiin sekitar dong." Kata si ibu pada Reynan.
"Iya buk, mohon maaf ya buk sekali lagi." Kata Reynan merespon, sedangkan Harsya sudah kembali jalan tanpa meminta maaf kepada si ibu yang di tabrak.
Reynan lalu menyusul Harsya, "Kita mencar aja ya Sya biar cepat ketemu Dhea nya?" Usulnya
Harsya mengangguk, "Yaudah Lo kesana, gue kesini. Nanti telfon gue langsung ya kalau ketemu." Tukas Harsya lalu berlari ke arah yang sudah mereka sepakati.
Keduanya lalu berpencar menjelajah setiap sudut tempat yang ada, namun tak semudah itu menemukan satu orang di tengah banyaknya orang di sana.
"Untung aja kita tepat waktu sampainya, Lo sih nyetirnya lama jadi molor kan." Kata Celline menggerutu mengomeli Zanva.
"Lah? Macet woy...! mata Lo mati lampu apa gimana sih gak bisa liat apa jalanan semacet itu tadi." Kata Zanva menjawab sambil menggerutu balik.
"Udah udah, gapapa yang penting kan gak telat." Sahut Dhea melerai
"Udah Dhe sana buruan, cepetan itu nanti ketinggalan pesawat juga kalau Lo kelamaan disini." Kata Celline memburu-buru Dhea
"Iya iya... Makasih ya udah nganterin Dhea, nanti Dhea kabarin kalau udah sampe. Bye..." Dhea melambaikan tangannya dan berlari kecil untuk check in.
"Bye...!" Zanva dan Celline dengan kompak melambaikan tangannya kepada Dhea.
Mereka berdua menunggu Dhea sampai selesai check in, barulah kemudian Dhea memberi gestur lewat gerakan tangannya menyuruh Zanva dan Celline untuk pulang.
Zanva dan Celline kemudian mengacungkan kedua jempol mereka masing-masing dan melambaikan tangan sekali lagi. Setelah Dhea benar-benar tak terlihat lagi barulah mereka berdua kembali.
"Kita nonton dulu kali ya?" Ajak Celline dengan ide spontan nya.
"Nonton apaan?"
"Ada film horor yang baru tayang perdana hari ini, mau?"
"Males"
Celline berdecak kesal sembari memukul bahu Zanva penuh dendam, "Gak asik ah."
"Males gue pergi berdua-duaan sama Lo, nanti di kira Lo pacar gue lagi." Kata Zanva dengan alibi jujurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Ficção Adolescente// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
