"Mau ngapain lagi sih Lo kesini?" Syila menyapa kehadiran Reynan di rumahnya dengan sewot dan sinis.
"Syil jangan kegini lah, kita harus ngobrol. Lo harus dengerin penjelasan gue dulu dong, kasih gue kesempatan untuk jelasin ke Lo." Ujar Reynan berusaha membujuk Syila untuk memberikan dirinya sedikit waktu saja untuk bisa menjelaskan semuanya dan memperbaiki kerenggangan dalam hubungan mereka.
"Lo mau jelasin apa lagi? Udah jelas kok semuanya, Lo bohong sama gue selama ini." Ujar Syila menyahut dengan nada sengit.
Reynan tak langsung menyerah, "Gue punya alasan ngelakuin itu Syila, gue tau Lo marah, gue tau Lo kecewa karena gue gak jujur dari awal soal kerjaan gue jadi model Adult magazine."
"Tapi gue ngelakuin itu semua untuk bertahan hidup Syil, Lo juga tau sendiri kan sekarang gue cari duit sendiri untuk biaya hidup dan sekolah gue."
"Cari uang itu susah Syil, dapat kerjaan itu gak gampang. Apalagi gue belum lulus SMA, belum punya ijazah. Gak banyak orang yang mau nerima karyawan anak SMA yang belum lulus lagi."
"Sedangkan gue butuh uang terus setiap harinya-
"Emang Lo butuh duit berapa sih Rey sampai Lo jual badan Lo kegini hhh??" Syila memotong kalimat Reynan dengan sengit.
Mendengarnya Reynan lantas merasa sesak dalam dadanya, perkataan Syila cukup membuat hatinya terasa sakit. Dia tak menduga, kalimat semacam itu akan Syila lontarkan untuknya.
"Meskipun peluang kerja di luar sana sedikit, tapi pasti ada kok kerjaan yang lain yang bisa Lo lakuin. Kenapa Lo malah pilih kerjaan kegitu sih??" Syila melanjutkan ucapannya.
"Lo kan juga udah kerja part time di coffee shop Rey..."
"Gajinya berapa sih Syil? Lo bandingin coba sama biaya hidup gue. Bayar listrik, bayar air, bensin, makan, bayar sekolah juga. Lo pikir cukup apa gaji segitu??" Reynan menyahuti dengan agak ketus karena merasa kesal dengan semua ucapan Syila barusan.
"Belum lagi ngurus motor yang perlu di servise, ganti oli dan lainnya huft...." Reynan membuang nafas jengah.
"Makanya Lo jangan boros kalau gak ada duit Rey." Syila kelepasan menggerutu karena kesal mendengar semua alasan Reynan.
Laki-laki itu memicingkan matanya dengan bibir yang mengukir senyum miring, "Gue? Boros??"
Syila langsung menjambak rambutnya frustasi sendiri dengan mulutnya yang tak bisa di kendalikan, "Engga.. maksud gue Lo kan bisa hemat."
Reynan tertawa hambar, "Lo ngerti apa sih Syil soal hemat? Hidup Lo aja udah enak. Lo dapet duit banyak dari orangtua Lo, Lo gak pernah mikirin biaya hidup yang harus Lo keluarin."
"Lo tinggal di rumah besar kegini tanpa perlu pusing mikirin tagihan listrik, air, gas semuanya. Lo cuma tinggal-tinggal aja kan disini?"
"Lo juga gak pernah ngerasain cari duit sendiri kan? Terus Lo bisa-bisanya nyuruh gue hemat? Terus Lo pikir selama ini gue foya-foya apa hhh...?"
"Gue bahkan kadang sehari makan cuma sekali Syil kalau gak ada duit, gaji gue untuk bayar ini itu juga udah langsung habis. Kadang gue uang buat makan aja kurang loh..." Ujar Reynan dengan perasaan begitu miris meratapi nasibnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
