Semua orang kini tengah menunggu dengan perasaan cemas dan khawatir memikirkan Dhea yang sedang berada di dalam ruang operasi sejak 1 jam yang lalu.
Terutama Mita dan Hasan, mereka sebagai orangtua melihat keadaan putri mereka terluka parah karena kecelakaan yang terjadi di depan mata mereka tentu membuat mereka merasa sedih dan frustasi.
Azi, Nio, Harsya, Reynan, Aqeela, dan Syila juga ada disana. Mereka sama-sama memanjatkan doa sebanyak-banyaknya untuk keselamatan Dhea.
Di sisi lain Rahma dan Angga tengah dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa Dhea mengalami kecelakaan dan terluka parah.
Awalnya Rahma dan Angga akan pergi ke kediaman Hasan, namun di tengah jalan mereka mendapat kabar buruk itu. Dan akhirnya mereka langsung memutar arah menuju ke rumah sakit.
Harsya juga sedang kalut dengan perasaannya sendiri, dia juga merasa cemas dan khawatir. Namun tidak ada yang bisa dia perbuat selain berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan Dhea.
Harsya juga merasa bersalah, dia merasa semua ini terjadi karena dirinya. Jika dia dan Dhea tidak berdebat sebelum pulang tadi, maka Dhea tidak akan pergi dalam keadaan emosi dan akhirnya memutuskan untuk naik taksi.
Jika begitu maka Dhea pasti akan selamat karena berada di satu mobil yang sama dengan kedua orangtuanya. Dan keadaan sekarang pasti tidak seperti ini, namun sayangnya nasi sudah menjadi bubur.
Di tengah rasa kalutnya, Harsya terganggu dengan ponsel di dalam saku celananya yang terus bergetar sejak beberapa menit yang lalu.
Karena kesal sekaligus penasaran akhirnya Harsya memeriksa ponselnya, dan dia melihat ada pesan masuk dari Sandy dan juga beberapa miscall dari Sandy dan juga Rahma.
Harsya membuka pesan dari Sandy, isi pesan itu adalah Sandy meminta Harsya untuk menjawab panggilan telepon darinya. Dan jika dia bersama Reynan, akan lebih baik jika Reynan di ajak juga agar Sandy bisa sekaligus bicara dengan Reynan juga.
Reynan yang posisinya duduk di sebelah Harsya langsung notice, Harsya pun memberi kode lewat lirikan matanya agar Reynan mengikutinya pergi sebentar.
"Gue mau ke toilet." Kata Harsya pamit pada Nio, agar mereka tidak mencari-cari keberadaannya.
Setelah Harsya pergi, Reynan kemudian ikut berdiri. "Gue juga mau ke toilet." Katanya pada Nio, lalu menyusul Harsya dengan cepat.
"Mau kemana mereka?" Syila berbisik pada Nio untuk bertanya karena Reynan pergi tanpa pamit padanya.
"Toilet." Jawab Nio seadanya. Dan Syila pun hanya menanggapi dengan anggukan kecil beberapa kali dan tidak memperpanjang lagi hal itu.
Padahal tanpa sepengetahuan mereka, Harsya dan Reynan sebenarnya pergi ke jalur tangga darurat.
Setelah sampai disana, barulah Harsya menghubungi Sandy untuk bertanya ada hal apa.
"Speaker." Pinta Reynan
"Hallo sya, Lo dimana sih dari tadi gak bisa di hubungin?" Sandy sedikit ketus ketika menjawab telepon, dia terdengar kesal.
"Sorry, gue lagi di rumah sakit ini. Temen gue ada yang kecelakaan tadi, ada apaan sih emangnya?" Kata Harsya menyahuti.
"Sama Rey gak Lo? Tuh anak gue telepon juga gak di angkat soalnya. Emang rese banget Lo berdua deh..." Ujar Sandy lanjut menggerutu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Genç Kurgu// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
