72. Zara

687 39 52
                                        

"Nih, makan dulu biar gak kayak orang sakit Lo." Kata Celline datang dengan membawa makanan dan minuman.

Mereka berdua tengah berada di kantin untuk mengisi perut, sejak pagi mereka belum makan karena sibuk dengan Dhea.

"Thanks."

"Lo mau disini sampai kapan?" Celline bertanya karena merasa kondisi Zanva juga tidak baik selama disini.

"Besok, mungkin." Jawabnya acuh

"Bukannya Lo bilang besok ada rapat OSIS? Lo mau bolos lagi?" Celline mengingatkan, karena takut Zanva lupa akan hal itu.

Zanva menghela nafas berat sembari menangkup kedua pipinya, "Tapi gue gak tenang rasanya kalau pulang sekarang."

"Dhea kan udah yang jagain juga disini, kalau ada apa-apa mereka pasti ngabarin kok. Lo jangan sampai lupa sama kehidupan Lo sendiri Va karena sibuk khawatirin kondisi Dhea." Ceplos Celline terang-terangan

"Bukannya gue ngelarang atau gak suka Lo khawatir sama Dhea, cuma semua sewajarnya aja. Lo juga punya urusan sendiri kan, jangan sampai urusan Lo ikut berantakan nantinya. Gue cuma gak mau Lo nambah masalah aja..." Kata Celline mengimbuhi

Zanva mengangguk pelan, dia paham dengan baik apa yang di maksud Celline.

"Iya gue ngerti, habis ini kita pulang. Tapi pamit dulu ya ke orangtua Dhea..." Ucap Zanva, dan Celline pun mengangguk.

"Oh iya, ini gue cuma nanya aja ya Lo jangan tersinggung. Lo mau sampai kapan di Jakarta?" Zanva kini membahas tentang Celline.

Celline tak langsung menjawab, dia sempat berpikir sebentar. Karena jujur dia sendiri juga tidak tau mau sampai kapan di Jakarta.

"Bukan karena Lo keberatan kan gue numpang hidup di rumah Lo?" Celline menjawab dengan gurauan agar tidak terlalu serius.

Zanva tersenyum kecil, "Engga, gue cuma tanya aja takutnya Lo sebenarnya ada masalah dan lari ke Jakarta tapi gak mau cerita sama gue."

"Nyokap Lo kemarin nelpon gue soalnya, dia nanyain Lo kapan pulang. Gue juga jadi gak enak..." Kata Zanva terang-terangan

Celline menghela nafas berat, mengingat hubungannya dengan ibunya juga tidak terlalu baik.

"Nyokap gue nanyain kabar gue atau cuma nanyain kapan gue pulang aja?"

Zanva tersenyum lagi, "Lo gak kangen apa sama dia?"

Celline menggeleng dengan spontan, "Engga tuh..."

"Jangan gitu, biar gimana pun dia itu nyokap Lo. Mau Lo bilang hubungan kalian gak baik pun dia pasti tetap khawatir sama Lo. Namanya juga Lo anaknya... Perempuan lagi." Kata Zanva membahas dengan serius sembari makan.

Celline pun terdiam setelah mendengar ucapan Zanva, menunggu beberapa detik tak kunjung ada sahutan dari gadis itu Zanva pun reflek mengalihkan pandangannya dari piring ke Celline.

"Lin, Lo beneran gapapa?" Jujur Zanva juga merasa sedikit khawatir, meskipun mereka cukup dekat sebagai saudara sepupu. Tapi tetap saja, Celline lebih tertutup dengannya jika mengenai kehidupan pribadinya.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang