65. Musibah

1.6K 131 18
                                        

"Sebenernya tujuan Lo apa sih bawa gue kesini?" Reynata tak tahan lagi untuk tidak bertanya pada Azi

Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Apartemen Azi yang baru, Apartemen Azi yang sebelumnya sudah dia jual sebelum dia berangkat ke Bali beberapa hari yang lalu.

Dan dia sudah membeli apartemen yang baru, di tambah belum ada satupun orang yang tau letak Apartemennya yang baru. Termasuk ibunya sendiri.

"Lo gak usah berisik deh, tenang aja gue gak akan bunuh Lo kok. Selagi cowok Lo gak buat masalah aja..." Tukas Azi dengan acuh sembari menatap keluar jendela mobil taxi yang mereka tumpangi.

"Lo kalau punya masalah sama Septian selesaiin sama dia, bukan kegini caranya. Gue kan gak tau apa-apa disini, harusnya Lo gak perlu libatkan gue Azi." Kata Reynata dengan geram melakukan protes.

Azi melirik kedepan memperhatikan sang supir taxi sebentar, kemudian mendekati telinga Reynata dan berbisik.

'Lo pilih diem dan gue akan lepas borgol Lo setelah kita sampai, atau Lo tetap banyak bacot dan gue akan borgol Lo selama seminggu di kandang anjing?" - ujar Azi berbisik.

.....

Sedangkan di sisi lain, Harsya beserta kedua orangtuanya tengah dalam perjalanan menuju ke rumah Dhea yang berada di Bandung.

Mereka mendapat kabar dari Mita bahwa Dhea menghubungi orangtuanya dan mengatakan kalau Dhea pulang ke rumah orangtua nya di Bandung kemarin.

Kedua orangtua Dhea juga dalam perjalanan pulang sekarang, mereka sama-sama menuju ke kediaman keluarga Dhea.

Di dalam kamarnya Dhea baru saja mengirimkan balasan pesan dari Zanva, laki-laki itu terus menanyakan keadaan Dhea dan mengingatkan Dhea untuk hati-hati dan jaga diri.

Bagaimanapun juga Zanva ada benarnya, karena sekarang Dhea di rumah ini hanya sendirian saja sejak semalam dia tiba disini.

Orang yang ditugaskan untuk menjaga rumah ini hanya datang saat pagi hari untuk sekedar menyiram tanaman dan juga sedikit bersih-bersih rumah agar tidak menjadi berdebu meski di tinggal lama.

Dan pagi ini orang tersebut kembali datang, namun sayangnya sekarang sudah pulang ke rumahnya karena tugasnya sudah selesai.

Awalnya dia menawarkan diri untuk menemani Dhea di rumah ini, namun Dhea tidak mau merepotkan. Alhasil orang itu pun di izinkan kembali oleh Dhea, dengan syarat nanti sore kembali lagi untuk menemani Dhea tidur di malam harinya.

Dhea merapikan barang-barang bawaannya dari jakarta, membereskan dua koper juga lumayan melelahkan ya.

Baru saja Dhea merebahkan tubuhnya ke atas ranjang empuknya, baru beberapa detik menarik nafas lega Dhea mendengar suara mobil di depan rumahnya.

Karena penasaran Dhea mengintip dari jendela kamarnya yang kebetulan mengarah ke halaman depan rumahnya.

Melihat siapa yang datang dengan kecepatan maksimal Dhea berlari keluar kamar menuju ke luar untuk menyambut orang yang dia tunggu-tunggu selama ini.

"Ayah, bunda...!!"

Dhea langsung berhambur ke pelukan kedua orangtua nya dengan sangat erat.

"Kangen banget, Hiks..." Dhea langsung menangis sesenggukan setelah berhasil memeluk kedua orangtuanya secara nyata.

"Iya sayang, anak bunda... Bunda juga kangen banget" sahut Mita sembari mencium pipi Dhea beberapa kali.

"Maaf ya kita lama..." Kata Hasan sembari mengecup kening putrinya dengan lembut.

"Kita masuk dulu yuk, kita ngobrol di dalam aja ya sayang." Ucap Mita mengajak Hasan dan Dhea untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.

Akhirnya mereka bertiga Masik ke dalam, Hasan membawa dua koper miliknya dan milik Mita. Dhea dan Mita berjalan bersamaan masuk ke dalam lebih dulu.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang