// vote dulu sebelum baca//
***
"Harsya mau kemana?"
Dhea melirik Harsya yang baru keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi, setelah satu jam lebih dia habiskan di dalam kamarnya setelah kembali dari tempat gym.
Harsya berbelok ke ruang tengah, menghampiri Dhea yang sedang duduk santai sembari menonton tv.
Harsya mengambil satu buah donat yang terletak di atas meja, tanpa bertanya dahulu itu milik siapa.
"Enak nih..." Ucap Harsya yang terlihat begitu menikmati donat itu.
Dhea berdecak kesal, Harsya selalu saja mengabaikan perkataannya. Kenapa Dhea harus selalu mengulangi perkataannya dulu baru Harsya respon?
Menyebalkan sekali memang laki-laki satu ini.
"Harsya mau kemana?" Tanya Dhea mengulangi dengan sabar
Harsya melirik sesaat "Sebenernya Lo gak perlu tau kan?"
Dhea menghembuskan nafas kesal "Harsya nyebelin banget sih" gumam Dhea
Harsya melirik Dhea dengan sinis "Lo gak usah sok akrab deh sama gue. Jangan karena kejadian kemarin Lo pikir gue mau temenan sama Lo"
Dhea menoleh dengan cepat "Dhea juga masih kesel tau sama Harsya" ucap Dhea dengan nada ketus
"Oh iya?"
"Wahh... Bodo amat!"
"Gue gak peduli haha..." Ucap Harsya seraya tertawa meledek Dhea, kemudian melenggang pergi entah kemana.
"Harsya ih!" Dhea menjerit kesal sembari melempar bantal sofa ke arah Harsya, namun sayang tidak tepat sasaran.
Tak lama kemudian Harsya kembali dengan membawa satu kaleng soda di tangannya.
"Sekedar informasi, gue hari ini sibuk. Jadi jangan telepon-telepon gue, apalagi untuk hal yang gak penting." Ucap Harsya tiba-tiba
Dhea melirik Harsya dengan bingung, tumben sekali. Biasanya Harsya bicara jika Dhea yang bertanya lebih dulu.
"Dhea gak berniat nelepon Harsya juga sih kayaknya, orang Dhea lagi kesel sama Harsya" ujar Dhea dengan santainya
Harsya berdecak kesal, dia lupa bahwa gadis itu menyebalkan. Lebih baik dia abaikan saja tadi seharusnya, untuk apa juga dia mengatakan hal itu kepada Dhea.
Harsya melirik Dhea heran, kemudian pergi untuk duduk di sofa yang bersebelahan dengan sofa yang Dhea duduki.
"Seharusnya gue gak sih yang kesel? Kenapa jadi Lo yang kesel ya?" Tanya Harsya heran
Dhea menatap Harsya kesal, sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Harsya seharusnya minta maaf lagi tau sama Dhea, yang serius."
Harsya terbahak "Gue? Minta maaf buat apa lagi?"
"Harsya lupa? Kemarin Harsya ngomongnya kasar banget sama Dhea. Di sekolah, dan di rumah juga."
"Dhea sakit hati tau sama perkataan Harsya.." ujar Dhea jujur
"Kemarin gue udah minta maaf kan, yaudah. Lagian Lo sendiri yang bilang udah maafin gue. Mama sama Papa gue tuh jadi saksinya.." ujar Harsya tak habis pikir
"Dhea bilang udah maafin Harsya itu karena ada mereka, sebenernya belum sepenuhnya Dhea maafin Harsya." Gerutu Dhea dengan raut wajah yang memperlihatkan dengan jelas rasa kesalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
