Tok...tok...tok...
Harsya mengetuk pintu kamar Dhea, dan menunggu sahutan dari gadis itu yang berada di dalam kamar entah sedang apa.
'masuk'
Sahutan dari Dhea membuat Harsya yakin dan berani untuk masuk ke kamar Dhea, laki-laki itu membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
Namun dia tidak melihat Dhea disana, sampai pandangannya tertuju ke arah balkon yang pintunya terbuka.
Harsya pun pergi kesana untuk memeriksa, dan benar saja ternyata Dhea ada disana. Hanya berdiri dengan kedua tangan menyilang di depan dada sembari menatap gelapnya langit malam menjelang pagi ini.
"Kenapa?" Dhea bertanya ketika Harsya menghampirinya.
"Mm... Engga. Kenapa belum tidur?" Harsya sedikit merasa canggung karena kejadian beberapa waktu lalu.
"Gak bisa tidur." Dhea menjawab seadanya. Dan hal itu membuat Harsya semakin merasa bersalah.
Dhea melirik Harsya, laki-laki itu nampak terdiam dengan wajah menunduk menatap entah apa di bawah sana.
"Harsya kenapa gak tidur?" Dhea bertanya balik, sekedar basa-basi karena Harsya nampak murung setelah mendengar jawaban Dhea.
"Sama, gak bisa tidur." Jawabnya tanpa melirik Dhea.
Dhea kembali menatap langit malam yang di hiasi banyak bintang, beberapa waktu lalu sebelum dia pulang Dhea merasa bahagia ketika melihat bintang-bintang ini bersama Zanva sembari makan es krim.
Namun sekarang, hanya selang beberapa jam perasaan itu terasa berbeda. Kini Dhea tidak merasakan hal yang sama ketika melihat para bintang itu bersinar di langit yang indah..
"Gue... Minta maaf soal kejadian tadi." Kata Harsya di atas kecanggungan yang belum berakhir itu.
Dhea tak menjawab, gadis itu masih tetap terdiam dengan pandangan yang tak pernah berpaling sedikitpun dari langit dan kumpulan bintang-bintang yang menghiasinya.
"Kalau Dhea minta Harsya jauhi Aurel, apa Harsya bisa?" Ceplos Dhea di tengah keheningan singkat itu.
Harsya sontak menatap Dhea dengan penuh tanda tanya, apa yang sebenarnya di maksud oleh gadis itu. Kenapa dia tiba-tiba membawa nama Aurel disini. Harsya tak paham.
Dhea menatap Harsya, "Dhea gak suka sama Aurel, sama seperti halnya Harsya yang gak suka sama Zanva."
"Kalau Harsya bisa suruh Dhea jauhi Zanva, seharusnya Dhea juga bisa kan suruh Harsya jauhi Aurel??" Ucapnya
"Gue udah putus." Kata Harsya menjawab segalanya tanpa banyak basa-basi lagi.
Tentu Dhea kaget, baru saja beberapa jam yang lalu dia melihat Harsya dan Aurel nampak penuh gairah dan bahkan dengan berani berciuman berkali-kali di depan mata Dhea, sampai Harsya pun mengabaikan Dhea ketika disana.
Tapi apa sekarang? Putus? Yang benar saja...
"Serius?"
Harsya mengangguk, "Dari awal sebenarnya gue gak punya alasan untuk pacaran sama dia, nurutin permainannya anak-anak aja." Tukasnya, menjadikan teman-temannya sebagai alibi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Fiksi Remaja// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
