"Dhe Lo yakin gak mau nginep aja di rumah gue?" Kata Syila enggan untuk membiarkan Dhea turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah Harsya.
Mereka sudah berada di depan rumah Harsya, namun belum ada satupun dari ketiga gadis itu yang keluar dari mobil.
"Dhe kata gue mah mending Lo nginep aja deh di rumah Syila, atau gak di rumah gue juga gapapa kok. Jangan dulu ketemu Harsya deh, dia lagi emosi soalnya Dhe. Gue takutnya malah Lo kenapa-napa lagi nanti jadi bahan pelampiasan emosinya Harsya." Ujar Aqeela mengimbuhi
"Dhea harus selesaiin masalah ini, semuanya terjadi karena Dhea jadi Dhea juga yang harus selesaiin." Kata Dhea mencoba memberi pengertian kepada Syila dan Aqeela.
"Makasih ya udah nemenin Dhea, makasih juga udah nganterin Dhea pulang. Kalian hati-hati ya pulangnya, bye..." Kata Dhea sembari membuka pintu mobil penumpang dan langsung keluar.
"Dhe... Dhea." Aqeela hendak keluar untuk mencegah Dhea, namun Syila menahannya di dalam mobil.
"Biarin qeel gapapa." Ucap Syila
"Gila Lo ya? Nanti kalau Dhea kenapa-napa gimana Syil! Lo tau sendiri Harsya kalau emosi gimana kan." Kata Aqeela dengan cemas setengah mati mengkhawatirkan Dhea.
"Ya gimana lagi, ini permasalahannya Dhea sama Harsya bukan permasalahan kita. Jadi kita gak bisa terlalu dalam ikut campur qeel meskipun mereka teman kita."
"Ya tapi kalau sampai Dhea kenapa-kenapa gimana Syil? Lo gak khawatir apa sama Dhea?"
"Ya gue juga khawatir qeel, gue juga merasa bersalah karena ajak Dhea dateng ke pesta ulangtahun nya Zanva meski tau Harsya bakalan marah. Tapi mau gimana lagi, Dhea sendiri yang gak mau kita bantu." Kata Syila cemas
"Mendingan sekarang kita ke rumah Rey deh, anak-anak pada disana kan?" Syila mengangguk meng-iyakan pertanyaan Aqeela.
Dhea sendiri tengah mempersiapkan mental sebelum masuk ke dalam rumah, di depan pintu dia berulang kali menarik nafas panjang untuk mengumpulkan keberanian dalam dirinya.
Setelah merasa cukup yakin, dengan sedikit gemetar Dhea menggerakkan tangannya untuk membuka pintu rumah Harsya dan masuk ke dalam.
Melihat mobil Harsya sudah terparkir di depan, artinya Harsya sudah berada di rumah saat ini. Namun Dhea tidak melihat siapapun di dalam rumah, suasana nya begitu hening terasa.
Dhea menatap setiap penjuru rumah untuk mencari keberadaan Harsya dengan jantung berdetak kencang tak karuan.
"Mmhh..."
Dhea langsung mematung seketika setelah mendengar suara lenguhan perempuan yang terdengar tak jauh dari posisinya.
Dengan perlahan tapi yakin, Dhea melirik area dapur untuk memeriksanya. Siapa tau suara itu berasal dari sana.
Sepersekian detik kemudian Dhea merasakan tubuhnya kembali kaku, jantungnya berdegup kencang, dadanya sesak dan terasa sakit sekali didalamnya.
Dhea mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya dengan erat sembari menggigit bibir bagian dalamnya, serta kedua matanya yang meneteskan air mata dengan sendirinya tanpa izin dari Dhea.
Dari jarak kurang lebih 10 meter, Dhea berdiri dengan tubuh kaku melihat Harsya dan Aurel yang tengah bercumbu mesra di dapur.
Dhea merasa sesak sekali hanya untuk sekedar bernafas, hatinya benar-benar sakit melihat pemandangan di depan matanya ini.
Kedua insan itu sama sekali tak terkecoh sedikitpun dengan adanya Dhea disana, seolah Dhea sama sekali tidak terlihat di mata mereka berdua.
Posisi Harsya membelakangi Dhea, jadi wajar bila laki-laki itu tidak mengetahui adanya Dhea disana. Namun Aurel...
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
أدب المراهقين// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
