24. Kerkom

6.9K 181 4
                                        

// jangan lupa vote sebelum baca//
***

"Lo gak mandi ya?" Aqeela menutup hidungnya saat duduk di sebelah Azi.

Azi merespon dengan santai, "Mandi? Siapa yang menciptakan mandi?" Ujar Azi dengan alay.

Azi menyuap kembali French fries ke dalam mulutnya, sembari bergumam.

"Untuk menjadi tampan, kita tidak butuh mandi. Yang kita butuh adalah... Money money money" ujar Azi dengan gaya swag andalannya.

"Betul sih, You are handsome if you are rich" tukas Aqeela mengimbuhi

"Tumben bahasa inggris Lo bener" Azi melirik Aqeela setengah heran.

Aqeela tersenyum bangga "Keren ya gue ngomong bahasa inggris?" Ujarnya sembari menaik turunkan alisnya.

"Lebih keren lagi kalau Lo traktir gue French fries, punya gue udah abis nih..." Ujar Azi dengan santai

Aqeela langsung merubah ekspresinya menjadi sinis, "Ogah!"

"Dasar pelit" cibir Azi

"Pelit pangkal kaya" ujar Aqeela dengan percaya diri.

"Rajin pangkal kaya kali" koreksi Azi

"Hemat Pangkal Kaya bodoh, pada sekolah dimana sih?" Sahut Syila menggunjing dengan tajam.

"Sama aja elah.." protes Azi dan Aqeela bersamaan.

"Harsya sama Dhea mana dah gak sampai-sampai dari tadi" Gumam Syila melirik ke sekitarnya.

Mereka sudah tiba sejak 20 menit yang lalu, namun Harsya dan Dhea tak kunjung menampakkan dirinya.

"Beneran mau datang gak sih mereka?" Tanya Azi

"Katanya mau datang kan tadi bilang" sahut Syila

"Macet kali" sahut Aqeela santai

"Rey masih sibuk yak?" Azi melirik-lirik Rey yang sedang sibuk di bar.

Wajar saja, suasana malam ini cukup ramai di coffee shop tempat Reynan bekerja ini.

"Padahal bukan weekend, tumben rame banget kayaknya ya?" Gumam Aqeela menatap sekelilingnya.

"Ngopi doang gak perlu nunggu weekend kali" sahut Aqeela realistis.

"Zi Lo masih deketin dekel yang kemaren itu? Siapa namanya? Rhea? Ghea? Dhea?" Syila mencoba mengingat nama siswi kelas 10 yang di modusi oleh Azi tempo hari.

Azi menyengir saat di tanya tentang dia.

"Kagak" jawab Azi jujur

"Kenapa? Ilfeel ya dia udahan sama Lo?" Sahut Aqeela tertawa meledek Azi, yang kini memasang wajah kesalnya.

"Gue yang cakepnya udah sebelas duabelas sama Jeffri Nichole gini, mana ada cewek yang ilfeel sama gue." Sahut Azi dengan penuh percaya diri.

"Najis, ini kawan Lo ceburin got dulu saja Syil. Biar sadar diri dikit gitu..." Ujar Aqeela kepada Syila

Syila menggeleng "Ogah, lo aja sana. Ilfeel gue udah sama dia. Gak mau deket-deket..."

"Utututu... Gue peluk aja sini sekalian" Azi merentangkan tangannya ke arah Syila.

Sontak Syila bergidik geli sembari bergelendot kepada Aqeela.

"Ih ogah anjir!" Pekik Syila seperti hendak di peluk orang gila saja.

"Hush... Jauh jauh!" Usir syila geram dan geli sekaligus.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang