// Sebelum baca jangan lupa vote//
***
Pagi harinya,
Dhea bangun awal seperti biasanya, setelah bangun Dhea langsung turun ke bawah untuk membuat sarapan.
Apalagi semalam Rey, Azi dan Nio menginap di rumah karena mengantarkan Harsya pulang.
Ketiga laki-laki itu tidur di ruang tengah, Rey di sofa. Sedangkan Azi dan Nio tidur di lantai yang beralaskan karpet.
Sekarang masih jam 05.30, wajar saja mereka masih tertidur pulas. Sebab mereka juga tidur nyaris dini hari.
Dhea tidak mau membangunkan mereka sekarang, itu sebabnya Dhea langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
Setelah hampir satu jam Dhea berkutik di dapur, akhirnya masakannya pun selesai.
Karena aroma masakan Dhea yang begitu harum, Azi dan Nio yang posisinya tidur di ruang tengah tentu lebih cepat mencium baunya.
Begitupun Rey, namun laki-laki itu lebih kebo dari yang lain. Jadi dia tidak akan bangun semudah itu.
Azi dan Nio yang sudah bangun kemudian pergi ke dapur untuk memeriksa.
"Wanginya enak banget, jadi laper..." Ujar Azi menghampiri Dhea yang sedang menata makanan di meja makan.
Azi dan Nio kemudian mengambil tempat duduk, Dhea terkekeh pelan saat melihat wajah bantal kedua orang itu.
"Masih ngantuk banget anjir..." Keluh Nio seraya menutup mulutnya yang terus menguap.
"Harsya bangke emang, nyusahin temen gak liat sikon." Ujar Azi turut menggerutu
"Kenapa sih Harsya di biarin mabuk?" Tanya Dhea menatap kedua orang itu sedikit kesal.
"Bukannya kita ngebiarin, tapi Harsya nya yang gak bisa di larang." Jawab Nio
"Lo tau sendiri kan tuh anak keras kepalanya minta ampun." Sahut Azi menimpali
"Rey belum bangun?" Tanya Dhea
Azi dan Nio kompak menggeleng.
"Gue boleh makan sekarang gak?" Tanya Azi menatap Dhea penuh harap.
Dhea mengangguk "Makan aja gak papa, Dhea mau bangunin Rey sama Harsya dulu buat ikut sarapan."
Dhea pergi ke ruang tengah, membangunkan Reynan yang masih tertidur pulas.
Setelah Reynan sudah bangun, Dhea pergi ke kamar tamu untuk membangunkan Harsya.
"Harsya..."
Dhea membuka tirai jendela seperti biasanya saat dia membangunkan Harsya di pagi hari.
Dhea duduk di tepi ranjang, Harsya nampak tak terganggu sama sekali dengan sinar matahari yang mulai masuk ke dalam kamar.
Dhea menepuk pelan pipi Harsya, berharap Harsya akan terbangun dengan itu.
"Harsya bangun yuk, sarapan dulu udah siang ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
