30. Harsya's problem

5.3K 222 11
                                        

// Sebelum baca jangan lupa vote//
***

"Udah puas?"

"Astagfirullah...!" Pekik Dhea nyaris terjungkal karena kaget.

Bagaimana tidak kaget, kalau Harsya tiba-tiba sudah berada di dalam kamar Dhea. Padahal tadi kan dia ada di balkon kamarnya.

Kenapa tiba-tiba sudah ada disini saja. Mana pakai ngagetin lagi suaranya.

Lama-lama Dhea takut kena serangan jantung deh karena tinggal disini.

"Harsya ngagetin ih." Dhea menatap Harsya dengan kesal, sembari memegang dadanya yang masih dag dig dug.

"Kok tiba-tiba disini? Bukannya tadi di balkon?" Tanya Dhea heran.

Dhea menutup pintu kamarnya, lalu berjalan ke meja riasnya. Di letakkannya Ponselnya di atas meja sana.

"Bilangnya mau jajan, taunya jalan sama Zanva?"

Harsya dengan santai duduk bersandar di atas kasur. Sembari menatap Dhea yang kini duduk di kursi.

"Siapa bilang Dhea jalan? Dhea naik motor tau." Kata Dhea

"Lo bohong kan tadi?" Harsya menatap Dhea curiga.

"Bohong apa?"

"Ya soal Lo mau jajan, sebenernya Lo udah janjian kan mau pergi sama Zanva?" Tuduh Harsya

"Tau dari mana Dhea janjian sama Zanva?"

"Jadi benar??"

Dhea menggeleng "Ya gak lah."

Harsya berdecih pelan "Tukang bohong."

"Sekarang udah mulai kelihatan kan sifat aslinya, udah bisa bohongin gue. Sejak kapan Lo dekat sama Zanva?"

"Barusan" jawab Dhea jujur

Memang iya kan, sebelumnya dia tidak akrab dengan Zanva. Entah mengapa setelah kejadian di taman, Zanva tiba-tiba mendekati Dhea.

Dan siapa sangka, kalau mereka bisa akrab secepat ini.

"Gak mungkin, pasti Lo udah deketin dia dari kemarin-kemarin kan?" Harsya kembali menuduh

"Dhea gak pernah deketin Zanva, Dhea juga gak tau kenapa tiba-tiba jadi akrab gini." Jawab Dhea jujur seadanya.

"Dhea juga akrabnya baru hari ini, kemarin-kemarin biasa aja kok. Malah kayak orang gak kenal.." lanjut Dhea.

"Mana ada orang baru akrab, udah langsung jalan bareng."

"Ada, buktinya Dhea." Kata Dhea santai

Harsya menggeram frustasi, kenapa Dhea selalu saja punya jawaban yang menyebalkan sih untuk setiap ucapannya.

"Lo suka sama dia?" Tanya Harsya to the point

"Siapa? Zanva maksudnya?"

"Pak Rudi!" Sewot Harsya kesal

"Pak Rudi? Ya engga lah. Masa Dhea suka pak Rudi sih. Bukannya pak Rudi udah punya istri kan?" Dhea menatap Harsya dengan heran

Apaan maksudnya, menuduh Dhea menyukai suami orang. Lagian Dhea bukan tipe wanita penyuka om om ya.

Enak saja bicaranya, huh.

"Ya Zanva lah, pakai nanya lagi Lo." Gerutu Harsya kesal sendiri.

"Oh, engga juga sih..." Gumam Dhea

"Tapi Dhea suka sikapnya Zanva, soalnya Zanva baik." Kata Dhea sembari senyum-senyum sendiri mengingat kejadian saat makan tadi.

Tuh kan, mengingat itu Dhea jadi salting lagi. Ah, Zanva sialan.

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang