22. Mak lampir Vs Mak lampir

6.7K 204 10
                                        

// Sebelum baca jangan lupa vote//
***

"Ini mapel bangsat anjing" Maki Azi mengacak rambutnya frustasi.

Di bantingnya buku catatan mapel Kimia miliknya ke meja, setelah guru pengampu mapel tersebut sudah keluar kelas.

"Kepala gue udah mau copot ini rasanya" gerutu Azi sembari memegangi kepalanya pusing.

Rey melirik Azi dengan wajah lesunya.

"Gue masih mending belajar sejarah seharian sumpah, dari pada harus belajar Kimia walau cuma satu jam."

"Ngantuk ngantuk rela dah, gue jabanin tuh belajar sejarah. Dari pada otak gue pecah belajar materi beginian..." Rey ikut menggerutu bersama Azi.

"Makanya udah tau otak bodoh, gak usah nontonin b*k*p terus kerjaan Lo" cibir Harsya melirik Azi dan Rey yang duduk di sebelahnya dengan nyinyir.

Azi melirik Harsya sinis "Kek Lo kagak aja bangsat ngomongnya, Lo juga sama aja bangke!" Maki Azi geram

"Kek Lo pinter aja Sya, Lo juga tiap hari nonton begituan" balas Rey mencibir

"Malah praktek juga gak sih Zi?" Rey melirik Azi dengan senyum penuh arti.

Azi mengangguk "Nah iya, sama aja kita tuh Sya."

"Gue emang gak pinter, tapi setidaknya otak gue gak se cetek Lo berdua" ucap Harsya menyindir terang-terangan.

"Sialan" gumam Rey dan Azi

"Ini tugas gimana nih" Rey melempar buku catatan miliknya kepada Azi.

Azi balik melempar buku itu kepada Rey.

"Kerjain anjing, nanti gue nyontek" ujar Azi dengan santainya

"Pala Lo pitak nyontek! Ngerjainnya aja gue gak tau gimana" keluh Reynan pusing

"Searching aja kali, biasanya banyak kunci jawaban di internet" ucap Azi

"Yaudah Lo cari" pinta Rey

"Lah, kok jadi gue?" Azi menatap Rey bingung, padahal kan dia yang ingin mencontek.

"Sekali-kali elah gue yang nyontek Lo, gak Lo Mulu yang nyontek gue" cibir Reynan mantap

"Sialan"

Azi mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, tak lupa membuka buku catatan yang tertulis soal tugas kimia disana.

"Ntar bagi ke gue" ceplos Harsya dengan enteng

Azi langsung melayangkan tatapan mautnya "Katanya otak Lo gak se cetek kita berdua? Ya Lo cari sendiri lah jawabannya..." Ledek Azi dengan sinis.

"Oh, gak mau kasih? Yaudah..." Harsya berdiri setelah menyimpan buku catatannya di dalam tas.

Azi dan Rey melongo, melihat Harsya yang langsung pergi begitu saja.

Biasanya dia akan mengomel atau bahkan mengumpat, tak biasanya dia bersikap seperti itu.

"Kenapa tuh bocah?"

Reynan menggeleng "Gak tau gue juga"

"Susulin gak?" Tanya Azi bimbang

"Biarin lah, palingan ngerokok dia. Kerjain aja tugas ini dulu wehh..." Gerutu Reynan yang masih pusing memikirkan tugas kimia itu.

Azi berdecak kesal, mendengar namanya saja sudah membuat Azi pusing. Apalagi untuk mengerjakan soal-soal nya?

"Udah tau otak gue kapasitasnya cuma 0.1 GB, ini mapel dengan tidak tahu dirinya..."

HarsyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang