// Sebelum baca vote dulu//
***
Azi duduk bersama dengan Harsya, disaat yang lainnya tengah sibuk membakar daging dan jagung.
Harsya duduk dengan tenang, sembari menyesap rokok yang baru saja dia bakar. Ini adalah rokok kedua yang Harsya bakar semenjak duduk di sini.
Sedangkan Azi mulai memetik senar gitarnya, setelah tiba-tiba terpikirkan lagu yang ingin dia nyanyikan saat ini.
~Selalu aku lihat belakang punggung mu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain~
Harsya sontak menoleh menatap Azi yang duduk di sampingnya dengan tatapan aneh. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja dia menggalau.
Azi terus memetik senar gitarnya sembari menatap Dhea dan Nio yang sedang bercanda gurau sembari membakar jagung.
~Menunggu kau menoleh dan berlari ke arahku
Dan memeluk ku, se erat-eratnya~
"Dalam mimpi mu!" Pekik Nio menyahuti lagu yang Azi nyanyikan dengan sewot
Azi berdecak kesal, Nio memang selalu menjadi perusak suasana setiap saat. Entah kenapa dia bisa berteman dengan manusia rusuh satu itu.
"Lo bisa gak sih No sekali aja gak bikin mood gue hancur?" Azi menatap Nio geram
"Ya abisnya, Lo ngapain nyanyi begitu sambil ngeliatin Dhea terus?" Nio menatap Azi dengan penuh curiga
"Suka ya Lo sama Dhea?" Sahut Aqeela menggoda Azi
Seluruh pasang mata, termasuk Dhea pun menatap Azi menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.
Azi tersenyum lebar tanpa malu, "Suka itu manusiawi"
"Bener sih..." Sahut Syila membela argumen Azi
Azi tersenyum senang sembari mengacungkan ibu jarinya kepada Syila "Ya kan Syil.."
"Tapi kalau Lo yang suka gak manusiawi sih Zi..." Azi langsung merubah tatapannya menjadi sinis
"Oh iya, Gue lupa kita musuh..." Ucap Azi ketus
Syila terkekeh kecil "Lo urusin aja tuh, cewek-cewek yang spam di WhatsApp lo. Gak usah deket-deketin Dhea deh..."
"Nanti dia kebawa toxic kalau deket sama lo" lanjut Syila
"Nah bener tuh, Lo kalau mau main-main jangan sama temen Zi..." Sahut Aqeela mengimbuhi
"Gue? Main-main?" Azi menaikkan kedua alisnya
"I...yaa sih, dikit..." Azi bergumam kecil sembari menggaruk telinga bagian belakangnya.
"Lo mending bantuin deh kesini, Lo dari tadi gak bantuin apa-apa ya njing!" Sewot Nio sembari berkacak pinggang menatap Azi nanar .
"Gue udah bantu do'a No..." Jawab Azi
"Yaudah Lo makan angin aja kalau gitu" Ucap Nio dengan sinis lalu mengabaikan Azi, dan sibuk lagi membakar jagung bersama Dhea.
"Iya, Azi curang nih gak mau bantuin." Dhea menatap Azi dengan kesal.
Sebab dia sendiri sudah pegal mengipas-ngipas jagung sejak 20 menit yang lalu.
Sedangkan Azi dan Harsya enak-enakan duduk manis sejak tadi.
Tidak adil bukan?
"Iya sayang, sini sini biar aa bantuin..." Azi meletakkan gitarnya di meja kemudian menghampiri Dhea dan Nio dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Roman pour Adolescents// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
