// sebelum baca vote nya dulu lah yaa//
***
20.35 WIB.
Dhea baru saja selesai mandi, tentunya setelah dia merapikan seluruh barang-barang yang dia bawa.
Dhea berencana untuk menonton Drama Korea yang belum selesai dia tonton kemarin. Masih ada 2 episode terakhir yang tersisa.
Setelah selesai berpakaian, masih dengan rambut basah yang dibungkus handuk. Dhea hendak ke dapur untuk mengambil air minum dan mencari camilan sebagai teman menonton drakor nya jika ada.
"Aduh" Dhea memekik kesakitan ketika dahi mulusnya di getok oleh tangan Harsya saat Dhea membuka pintu kamarnya.
Dhea mengusap dahinya yang terasa berdenyut sembari melirik orang yang berdiri dihadapannya, sepertinya tadi Harsya berniat mengetuk pintu kamar Dhea.
"Ih... Harsya kok pukul dhea sih?" Protes dhea kesal.
Harsya awalnya sempat terkejut ketika pintu terbuka tiba-tiba. Dan bukan kehendaknya mengetuk dahi Dhea, tujuannya adalah mengetuk pintu, namun pintu terbuka tiba-tiba alhasil bukan pintu yang dia ketok.
Melainkan dahi Dhea..
Harsya memasukkan kedua tangannya dalam saku celana pendeknya.
"Gak sengaja"
"Tapi sakit tau" gumam Dhea dengan bibir mengerucut seperti kebiasannya saat kesal.
"Lebay banget sih, Orang pelan juga.." ketus Harsya melirik Dhea dengan sinis.
"Pelan juga tetap sakit, kan ini yang getok tangan Harsya yang bagian tulang nih... makanya sakit, Harsya gak ngerasain sih jadi gak ngerti rasa sakitnya."
"Dhea yang ngerasain nih jidatnya sakit di getok. Sini deh Dhea getok juga jidatnya biar impas" Dhea mengarahkan genggaman tangannya pada dahi Harsya, dengan niat memang ingin balas menggetok dahi Harsya.
Harsya dengan segera menahan tangan dhea yang hendak menggetok dahinya yang tak bersalah.
"Berani lo getok kepala gue?" Tanya Harsya dengan tatapan sengit.
Melihat mata Harsya jujur membuat Dhea ragu, kenapa dia sangat mudah marah sepertinya?
Padahal disaat seperti ini harusnya Dhea yang marah bukan?
Dhea menenangkan dirinya, "Kan gantian" cicit Dhea memberanikan diri menjawab Harsya.
Harsya melepaskan tangan Dhea Yang sebelumnya dia pegang, "Kan gue udah bilang tadi kalau gue gak sengaja!" Ujar Harsya sedikit ngegas, bagi Dhea itu terdengar seperti bentakan.
Dhea menundukkan wajahnya karena takut untuk sekedar melihat wajah Harsya. Perlahan Dhea melangkah mundur hendak menjaga jarak dari Harsya.
Namun lagi-lagi Harsya mencekal pergelangan tangannya dengan erat.
Dhea merasa sedikit sakit pada lengannya, karena jujur cekalan Harsya cukup kuat.
Dhea mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Harsya pelan-pelan, namun Harsya tetap menahannya lebih keras. Sehingga Dhea semakin kesakitan.
"Harsya lepasin... Tangan Dhea sakit" ujar Dhea
"Makanya Lo jangan macem-macem sama gue!" Harsya pun melepas genggaman tangan Dhea, Harsya menatap Dhea dengan aneh saat melihat gerak-gerik Dhea yang terlihat gelisah.
"Tuh kan Harsya galak" Dhea mengusap pergelangan tangannya sembari bergumam pelan, namun telinga Harsya masih bisa mendengar suara itu.
Harsya melangkah maju mendekati dhea. Hal itu membuat dhea refleks melangkah mundur karena merasa takut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Novela Juvenil// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
