"Dheaaaaaaaaa i'm home....!!" Pekik Aqeela dengan suara cemprengnya memanggil Dhea begitu masuk ke dalam rumah Harsya bersama dengan sahabat karibnya yaitu Syila.
"Nitip dong, capek gue nentengin tas mulu." Kata Syila sembari melempar tas bawaannya kepada Aqeela.
Gadis itu mendelik tajam, "Ngapain sih ah pakai tas segala kalau gak mau bawa sendiri! Ngerepotin gue aja Lo." Gerutunya dengan sinis.
"Dhea simalakama asololeeee.... Where are you???" Syila berteriak lagi memanggil Dhea yang belum menampakkan wujudnya sejak tadi.
"Iya iya sebentar..." Dhea menyahut dari lantai dua, sembari berjalan cepat menuruni tangga untuk menghampiri kedua gadis yang sudah menunggunya itu.
Aqeela dan Syila dengan kompak melirik ke atas, lebih tepatnya ke arah tangga. Keduanya sama-sama terpaku melihat penampilan Dhea malam ini yang terlihat jauh berbeda dari biasanya.
"Anying..." Respon spontan dari bibir Aqeela ketika melihat penampilan Dhea.
"Gile itu Dhea qeel? Beneran Dhea??" Gumam Syila yang masih tertegun dengan keanggunan Dhea malam ini.
"Kenapa ngeliatin Dhea kegitu sih?" Dhea bertanya dengan heran ketika sudah sampai di hadapan Aqeela dan Syila yang nampak aneh menatapnya sejak tadi.
"Dhea gak cocok ya pakai dress ini?" Tanya nya lagi.
Dengan kompak Aqeela dan Syila menggeleng, "Engga Dhe, Lo cakep malah." Sahut Syila
"Cakep banget Dhe justru." Aqeela menambahkan
"Serius?" Dhea jadi merasa ragu akan penampilannya sendiri.
"Serius anjing, Lo udah cantik banget Dhe dandan feminim begini gila." Kata Syila kembali mengimbuhi.
"Ini Harsya belum pulang kan?" Aqeela celingukan takut tiba-tiba Harsya memergoki mereka yang akan pergi ke pesta ulang tahunnya Zanva.
"Belum"
"Yaudah kita pergi sekarang aja yuk, keburu Harsya pulang nanti makin ribet deh urusannya..." Kata Syila sembari menggandeng tangan Aqeela dan Dhea untuk segera berangkat.
Lima menit setelahnya...
Harsya tiba di rumah setelah pulang dari foto shoot, tak ada pikiran apa-apa dalam benaknya yang mengganggu.
Dengan santai Harsya membawa barang-barang bawaannya keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Baru saja dia membuka pintu rumahnya dan bahkan belum sempat melangkahkan kakinya masuk ke dalam, dia mendengar seorang perempuan memanggil namanya.
"Harsya."
Melihat siapa yang datang Harsya pun dibuat malas seketika, "Ah elah, ngapain lagi sih Lo dateng kesini?" Harsya menyambutnya dengan sengit.
"Kok belum siap?"
"Apa?"
Harsya mengerutkan dahinya bingung dan heran, apa maksudnya Aurel. Perasaan dia tidak merasa ada janji kemanapun malam ini, apalagi dengan Aurel.
"Kan kita mau ke acaranya Zanva malam ini, lupa?"
"Dih ogah, gue mah males. Lo aja sana sendiri kalau mau." Kata Harsya dengan sinis, lalu meninggalkan Aurel masuk ke dalam rumah.
Dengan cepat Aurel membuntuti Harsya masuk ke dalam rumah, "Ih Harsya, katanya mau datang." Aurel merengek sembari mengekori pergerakan Harsya.
"Kapan gue ngomong gitu anjing?" Sewotnya
"Yaudah sih datang aja gapapa, buat seru-seruan aja Sya. Yuk...?" Kata Aurel sembari bergelendotan manja di lengan Harsya.
"Apasih ah! Males gue." Kata Harsya sembari melepaskan diri dari gelendotan Aurel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Novela Juvenil// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
