// Sebelum baca vote dulu bisa ya sayang //
***
Keesokan paginya, adalah satu hari Rabu yang terdapat pada bulan Juni 2023.
Hari ini adalah hari pertama Dhea bersekolah di SMA kencana, Jakarta.
Ya betul sekali, Dhea baru kemarin pindah kesini dan hari ini langsung masuk sekolah. Dhea terlihat sungguh bersemangat bukan?
Setelah kejadian semalam, Dhea memutuskan untuk bangun pagi karena tidak ingin ditinggal Harsya berangkat sekolah.
Dhea bangun pukul 06.00 WIB, tidak terlalu pagi untuk pergi ke sekolah. Mengingat bahwa dia tidak bisa memasak sarapan pagi ini, karena tidak adanya bahan masakan.
Dhea berinisiatif untuk membuat roti panggang sederhana dengan bahan seadanya yang ada di dapur.
Setelah bangun tidur Dhea langsung berkecimpung di dapur untuk membuat sesuatu untuk dia dan Harsya makan pagi ini.
Setidaknya sesuatu yang bisa mengganjal perutnya sampai jam istirahat tiba agar tidak kelaparan.
Dan roti panggang adalah pilihan Dhea, karena satu-satunya bahan yang masih bisa dimakan adalah roti tawar. Itu pun hanya tersisa beberapa lembar saja.
Setelah selesai memanggang roti, tak lupa Dhea mengoleskan selai sekaligus ke dalam rotinya agar nanti siap makan setelah selesai mandi.
Dhea mengolesi roti dengan selai coklat dan selai nanas. Karena hanya ada itu di dapur Harsya.
Setelah selesai menyiapkan sarapan, Dhea pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 06.15 WIB. Kemungkinan, menurut dugaan Dhea bahwa Harsya akan berangkat sekitar pukul 06.45 WIB.
Jadi Dhea masih memiliki waktu setidaknya 30 menit untuk bersiap. Itu bukanlah waktu yang sedikit, Dhea bukanlah tipe orang yang lama saat bersiap-siap.
Apalagi hanya untuk pergi ke sekolah.
Singkat cerita 30 menit berlalu, Dhea keluar dari kamarnya sembari menatap pintu kamar Harsya yang masih tertutup.
Harsya belum keluar kamar atau justru sudah berangkat lebih dulu meninggalkan dia seperti perkataannya semalam, yang menyuruh Dhea berangkat sekolah sendiri.
Dhea panik kemudian menggedor pintu kamar Harsya yang letaknya hanya didepan kamarnya.
"Harsya... Harsya... Harsya...?"
Ceklek
Tak disangka pintu pun terbuka, ternyata Harsya masih di dalam kamarnya dan belum pergi ke sekolah.
Setidaknya Dhea bisa bernafas lega mengetahui Harsya tidak meninggalkannya.
"Berisik!" Ketus Harsya setelah membuka pintu kamarnya, namun kembali masuk ke dalam bukannya keluar kamar.
Dhea melirik Harsya yang penampilannya masih berantakan, Harsya sudah berganti baju mengenakan seragam sekolah.
Namun cara berpakaian Harsya benar-benar berantakan, saat Dhea melihat Harsya pulang sekolah kemarin dengan penampilan berantakan, Dhea pikir itu karena Harsya sudah lelah seharian berkegiatan di sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
