// Vote dulu sebelum baca//
***
Harsya langsung berlari begitu sampai di rumah, bahkan dia tidak memarkirkan mobilnya di bagasi.
Pak Rudi yang melihat Harsya panik jadi khawatir, sebab dia yang mengizinkan Azi masuk dengan keadaan setengah sadar beberapa jam yang lalu.
Biasanya teman-teman Harsya memang sering datang ke rumah walau tengah malam. Terkadang mereka datang dalam keadaan mabuk, seperti Azi tadi.
Pak Rudi tidak mengingat bahwasannya di rumah ada Dhea, jadi dia membiarkan Azi untuk masuk ke dalam rumah begitu saja.
Jika sesuatu terjadi kepada Dhea, dia akan sangat merasa bersalah atas hal itu.
"Harsya..." Dhea menatap Harsya dengan perasaan lega, akhirnya yang ditunggu datang juga.
Harsya menatap Azi yang memeluk Dhea dalam posisi duduk, kedua kaki Azi berada diatas paha Dhea.
Kedua tangannya melingkar memeluk pinggang Dhea, dan kepalanya bersandar di dada Dhea dengan mata terpejam.
Harsya melirik Dhea yang tengah menatapnya dengan wajah tertekan, bagaimana tidak tertekan jika Azi mengunci tubuh Dhea seperti itu.
"Harsya tolongin..." Rengek Dhea menatap Harsya dengan wajah memelas, sebab dia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun, karena dipeluk Azi dengan sangat erat.
Ya, inilah kebiasaan buruk Azi saat mabuk. Baik Harsya, Nio maupun Rey sudah mengetahui hal buruk ini.
Kadang mereka lah yang menjadi korban Azi saat sedang mabuk, atau bahkan Azi ditinggalkan di club' bersama seorang gadis yang tidak mereka kenal.
Karena Azi yang terus memeluk orang yang berada di dekatnya dengan erat. Seperti saat ini, persis seperti yang dia lakukan kepada Dhea sekarang.
Harsya sempat menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya datang menghampiri dan menarik Azi dengan kasar.
"Eunghh... apaan sih ah" Azi memberontak saat Harsya mengangkat tubuhnya untuk dipindahkan ke sofa lain.
"Lo ngapain kesini anjing" Harsya mengumpat kesal melihat wajah Azi yang sudah nampak begitu mabuk.
Dhea meregangkan tubuhnya yang terasa sangat kaku, hampir satu jam dia diam dalam posisi seperti itu.
Azi mengerjapkan matanya beberapa kali, pandangannya tidak terlalu jelas. Namun walau dengan pandangan Yang sedikit kabur, dia bisa memastikan bahwa yang bicara padanya ini adalah Harsya.
"Harsya... Akhirnya Lo balik juga" Azi meraih tangan Harsya lalu menariknya dengan keras sehingga Harsya terhuyung kedepan, dan duduk di sebelah Azi.
"Apaan sih ah!" Harsya menepis kasar tangan Azi dari lengannya.
"Gue masih punya Whisky satu botol..." Bisik Azi sembari tersenyum lebar menatap Harsya
Harsya menoyor kepala Azi dengan jari telunjuknya kebelakang.
"Whisky Whisky... Lo ngapain mabuk-mabukan tolol, besok sekolah" gerutu Harsya menatap Azi geram
KAMU SEDANG MEMBACA
Harsya
Teen Fiction// FOLLOW DULU SEBELUM BACA// Menceritakan kehidupan anak remaja, yang labil, gampang tantrum, dan sedikit tidak waras. Dalam cerita ini banyak menggunakan kata-kata kasar dalam dialognya. Harsya adalah seorang remaja yang ingin kehidupan remajanya...
