AS-23

8.2K 397 16
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



♣♣♣

Alva dan Rafa terus saja melempar tatapan tajam satu sama lain. Tangan Alva yang masih setia mencengkeram kerah seragam milik Rafa. Rafa hanya diam, membiarkan Alva mencengkeram kerah seragamnya. Semua murid yang berada di halaman sekolah terus menatap pergulatan panas antara Alva dan Rafa. Banyak dari mereka yang mulai berkerubung untuk menonton.

"Karena gue ga suka, lo nyentuh milik gue." ucap Alva menekan empat kalimat terakhirnya.

"Lo siapanya Ayla? Pacarnya? Bukan kan." balas Rafa terkekeh dan tersenyum miring. Alva tidak terima dengan apa yang Rafa ucapkan. Dia memang bukan siapa siapa Ayla. Alva hanya tidak suka Ayla berdekatan dengan laki laki lain.

Bugh

Rafa tersungkur ke tanah. Dia memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan darah karena pukulan yang Alva berikan. Banyak siswa siswi yang terkejut karena perlakuan Alva pada Rafa. Setau mereka. Alva dan Rafa sama sekali tidak pernah bertengkar.

Rafa berdiri sambil memegangi sudut bibirnya. Dia menatap sinis ke arah Alva.

Bugh

Rafa membalas pukulan Alva. Dia juga tidak terima dengan perlakuan Alva padanya. Alva sama sekali tidak tersungkur ke bawah. Sudut bibirnya hanya mengeluarkan darah.

"Kenapa lo marah? Lo bukan siapa siapanya Ayla. Jadi gue bebas nyentuh Ayla semau gue." ucap Rafa mendekatkan tubuhnya lebih dekat pada Alva.

Alva tidak terima degan ucapan yang keluar dari dalam mulut Rafa. Dia kembali mencengkeram kerah baju milik Rafa. Alva kembali memukul rahang dan bagian pelipis milik Rafa. Alva yang berada di atas dan Rafa yang berada di bawah.

Bugh
Bugh
Bugh

Rafa tidak mau kalah dengan perlakuan Alva padanya. Dia mengubah kondisi. Alva yang berada di bawah dan Rafa yang berada di atas. Rafa juga memukul rahang dan pelipis milik Rafa bergantian. Mereka berdua saling memukul tanpa ampun dan tidak ada yang mau mengalah.

"Eh anjrr. Gue bilang apa, pisahin mereka bego." ucap Jeje panik.

"Je, lo kaya ga pernah liat orang berantem aja." balas Raka yang lurus menatap perkelahian antara Alva dan Rafa.

"Tapi ini beda anjng." ucap Jeje.

"Al. Raf. Udah wooyyy." teriak Pano. Pano juga ikut panik karena perkelahian Alva dan Rafa. Alva dan Rafa sama sekali tidak menghiraukan teriakan teman temannya. Mereka berdua hanya fokus pada perkelahian mereka.

ASZAIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang