"Lo ngapain di sini?"
Alya mencebik. "Cari cogan."
"Ck, cewek kasar kayak lo emang susah dapet cowok," cowok itu mengambil duduk di samping gadis itu.
"Lo ishh, ganggu aja," gadis itu menyilangkan lengannya di depan dada.
"Ck, cowok juga nggak suka sama cewek ngambekan," ucapnya kemudian.
"Siapa juga yang ngambek-...
"Lo gabut, ya, ngapain sih lo ke sini. Jangan-jangan lo ngikutin gue, ya?" selidik Alya seraya menatap Dion tajam.
"Idih, gue ke sini karena ini kafe langganan gue."
Alya hanya menatap Dion sebal, kakaknya itu selalu datang pada waktu yang tidak tepat. Sering membuat mood gadis itu yang sudah buruk semakin memburuk.
"Makan nggak lo?" tanya Dion yang sudah memegang buku menu dengan seorang pelayan yang mencatat pesanannya berdiri di samping meja.
"Nggak laper," ketusnya.
Dion hanya mengendikkan bahu lantas melanjutkan memesan makanan. Sementara Alya memilih memainkan ponsel mengabaikan keberadaan Dion yang duduk di sampingnya.
"Lo kenapa sih? Kayak banyak masalah aja."
"Cuma banyak pikiran."
"Lo abis diputusin?"
"Ishh, nggak usah ngaco lo."
"Atau mungkin, lo di selingkuhin?"
"..."
"Kalo gitu, pasti cinta lo di tolak-..
"Sumpah gue makin kesel sama lo," Alya bangkit lantas melangkahkan kakinya keluar kafe. Dion menghela napas menatap kepergian adiknya itu.
"Bisa-bisanya Vakra suka sama cewek kayak gitu," gumamnya.
##
Satu pekan lagi liburan akhir tahun pelajaran akan segera tiba. Hal itu mendapat respon positif dari seluruh pelajar terutama di SMA 6. Tidak ada yang di tunggu-tunggu selain hari libur selama kurang lebih tiga minggunan itu. Tepat hari Sabtu nanti raport hasil belajar juga akan dibagikan, membuat Alya semakin tidak sabar untuk melihat hasilnya.
Karena para guru yang sedang sibuk membuat laporan penilaian akhir tahun membuat suasana sekolah semakin membosankan. Beberapa hari ini hanya ada free class dan kegiatan belajar sendiri. Sungguh, Alya benci suasana seperti itu ditambah lagi Aryan yang juga belum menunjukkan batang hidungnya.
Seperti biasa pagi ini bel masuk berdering nyaring menggema seantero sekolah, membuat siapapun yang mendengarnya tergopoh-gopoh masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Yah, walaupun sama saja keadaannya yang tidak jauh berbeda. Tidak ada guru yang masuk dan membuat keadaan kelas semakin riuh karena kegabutan para makhluknya.
Sama seperti beberapa hari yang lalu, Alya duduk seorang diri karena teman sebangkunya yang tidak kunjung mengisi daftar hadir hari ini. "Aryan masih belum ada kabar?"
"Seperti yang lo lihat."
"Kita cari dia, gimana?"
Alya menatap Dikha dengan wajah serius. "Beneran lo?"
Dikha menghela napas. "Gue takut dia kenapa-napa."
Gadis itu menyenggol bahu cowok itu keras. "Nggak usah nakutin gue, lo."
"Gue cuma khawatir."
"Dia nggak punya siapa-siapa selain bundanya," lanjut Dikha pada kalimatnya yang terdengar sendu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARYAN [ Revisi ]
Ficțiune adolescenți"Hmm, gua punya info penting buat lu?" Alya yang tertarik menghentikan langkahnya dan menatap Aryan penuh tanya. "Apaan?" Aryan mendekatkan wajahnya ke arah Alya "Rasa sayang gua sama lu masih sama malah makin tambah" bisiknya. Alya melotot sedang...
![ARYAN [ Revisi ]](https://img.wattpad.com/cover/273761633-64-k199590.jpg)