Yuk komen tiap paragraf lagi biar rame hehe.
***
Siang hari ini, mereka semua masih berada dirumah sakit dengan masih memakai baju tidur tadi pagi, bahkan anak anak vendetta semua nya belum pada mandi.
"Pulang woy, mandi dulu sana, bau nih" ucap jeffan bercanda
"Ntar lagi lah, udah pw nih" ucap Abi yang berbaring di paha Arya dengan memainkan ponselnya, dan disebelah nya ada miko juga yang berbaring sambil memainkan bajunya karena gabut.
"Gila, ni lantai dingin banget, kagak ada karpet apa" ucap El, cowok itu tadi tengah berguling guling dilantai, sama seperti nya teman temannya yang lain, pada duduk dilantai, hanya Arga,arka, yang duduk disofa rumah sakit itu.
"Lo kira ini rumah apa, ya kagak ada lah begok" ketus bintang
"Santai dong, gue kan cuma nanya" kesal El dengan wajah yang cemberut, bintang itu seperti nya ada dendam kesumat pada El, apa pun yang ia buat selalu saja salah, tapi emang iya sih.
"Makan yang banyak biar cepat sembuh" ucap Rey yang tengah menyuapi aqeela makan bubur.
"Udah ah, eneg tau"ujar aqeela, maklumkan saja aqeela itu paling anti dengan makanan rumah sakit, jika bukan karena Rey yang memaksa nya untuk makan, ia pasti ogah untuk memakan bubur itu.
"Baru 3 sendok tau" ucap Rey dengan wajah yang cemberut
"Gak usah sok cemberut deh bg, jijik gue" ucap arga yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua, apa abangnya kira dengan menampilkan wajah cemberut nya itu lucu? Heh nggak sama sekali, malahan membuat Arga jijik dan ingin muntah.
"Iri aja mantan" sindir Rey tak mau kalah
"Sialan Lo bg" kesal Arga, tunggu saja abangnya itu, nanti ia pasti akan mencari pacar yang sama persis dengan aqeela, jika ada sih.
"Yoklah pulang dulu, mandi dulu, ntar kesini lagi" ucap izan yang duduk disebelah bintang
"Yoklah, gerah juga sih gue" ucap Arya
"Ist, tapi gue malu anjir, masa keluar dengan pakaian kek gini, mau ditaruh dimana muka gue" ucap bas, jika mereka semua keluar dari rumah sakit, semua mata pasti tertuju pada mereka lagi.
"Lah iya ya, duhhh gimana ntar wibawa babang bintang, pake Patrick lagi" sahut Abi yang masih asik bermain ponselnya.
"Lo ngomong sekali lagi, gue bunuh sumpah" marah bintang
"Udah Bi, malaikat maut vendetta taunya bunuh bunuh doang, kagak bisa diajak bercanda emang" sahut El, lihatlah cowok itu, ia tidak suka dimarah sama bintang, tapi suka sekali membuat bintang kesal.
"El jangan sampe gue emosi ya sama Lo" sarkas bintang
"Udah udah rumah sakit nih, malah mau berantem" ucap farell menengahi perdebatan yang terjadi.
"Gimana bg, pulang?" Tanya Arga pada arka
"Pulang dulu bg, bersih bersih dulu, tuh baju Lo masih ada darah aqeela lagi"timpal Keisha
Arka mengangguk dan berdiri dari duduknya "gue pulang bentar ya queen, ntar gue kesini lagi" ucap arka pada aqeela.
Aqeela mengangguk "hati hati ya bg" ucap aqeela, arka mengangguk dan berahlih menatap Rey "jagain" ucap arka
"Siap bg, aman tuh" ucap Rey, tanpa disuruh pasti bakal dijagain kali.
"Ayo" ucap arka sambil melenggang pergi dari ruangan itu, diikuti Arga, bintang, bas, dan izan dibelakangnya.
"Duluan queen"
"Woy, bangun anjir, bg arka udah keluar noh" kesal Arya pada ketiga temannya itu, siapa lagi kalo bukan El, Abi, dan Miko yang masih asik berbaring.
"Iya iya, gak sabaran amat Lo" ketus abi sambil bangun dari baringnya tadi, begitu juga dengan El dan Miko "udah ayo, ntar ditinggal bg arka lagi" ucap Miko
"Duluan ya queen" seru mereka berempat sambil keluar menyusul arka dan yang lain.
Kini tinggal mereka berlima diruangan itu. Rey memandang teman temannya itu dengan senyum penuh arti.
"Ngapain Lo senyum senyum ke kita" ucap jeffan bingung
Rey mengode ke teman temannya agar meninggalkan ia berdua bersama aqeela, tetapi teman temannya itu malah tidak paham dengan isyarat yang ia berikan.
"Ekhm ekhm" dehem Rey lagi
"Haus Lo Rey?" Tanya farell melihat cowok itu berdehem dehem.
Rasanya Rey ingin sekali mencakar ketiga sahabatnya itu, kenapa mereka itu tidak peka sekali.
Rey berahlih mengeluarkan ponselnya, dan mengetik pesan ke Keisha. Keisha yang sejak tadi tengah memainkan ponselnya pun membelalakkan matanya ketika membaca pesan dari rey. "Lo semua mau keluar dari ruangan ini, atau mau gue lempar keruang mayat hah, udah gue kode dari tadi gak ngerti ngerti"
Keisha menatap Rey sejenak sambil cengengesan. Dan setelah itu ia berdiri "yok keluar" ajak Keisha kepada dua temannya itu.
"Gak ah mager" sahut jeffan, Rey yang mendengar itu, rasanya ingin menghajar jeffan sekarang juga.
"Ayo Jeff" ucap Keisha melotot kan matanya dan memberi kode ke jeffan agar bangkit. Jeffan yang mengerti pun bangkit dari duduknya.
"Ayo rel" ucap Keisha
"Mau kemana?" Tanya farell
"Ke ruangan dokter, mau suntik KB buat Lo" kesal keisha, kenapa cowok ini banyak tanya.
"Gue bukan ibu ibu kei" ucap farell kesal
"Eh Lo mau keluar atau kagak hah, ntar gue sendiri yang suntik Lo ya" kesal Rey yang sudah merasa jengah dengan farell
Farell menggeleng cepat, dan langsung saja ia keluar mengikuti Keisha dan jeffan, dari pada disuntik sama Rey yakan, mending cari aman.
Kini tinggal Rey dan aqeela diruangan itu.
"...."
****
Jangan lupa vote dan komennya ya guys🙏🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACKREYZ IS BACK {PREORDER}
Teen FictionYuk langsung baca sekuel dari malaikat pelindung 🔥🔥🔥 Apa jadi nya ketika geng 40 tahun yang lalu dibangun kembali oleh generasi baru?, hal inilah yang membuat 2 dari geng motor tekena teror dari masa lalu, tentu saja hal itu sangat membahayakan...
