part 38

1.4K 173 59
                                        

"STOP"

"HEY APA APAAN INI" teriak seseorang yang baru datang.

semua langsung menoleh ke arah pintu, ternyata yang datang adalah Abang abangnya aqeela, dan yang berteriak tadi adalah Ray. Mereka tadi ditelepon oleh salah satu bodyguard nya untuk datang ke SMA zarl valendas karena aqeela terluka, tanpa basa basi Zen, Ray, dan leo langsung mengendarai mobil mereka masing masing dengan kecepatan tinggi menuju sekolah aqeela.

"Apa apaan ni gak ngajak ngajak" sambung Ray cengengesan karena melihat wajah tegang mereka.

Inti vendetta dan inti blackreyz menghela nafas lega, mereka kira Abang Abang aqeela akan marah besar, Ternyata dugaan mereka salah.

Zen berahlih menatap ke bodyguard nya. "Sampaikan ke pak Brama, agar menyuruh siswa dan siswi disini untuk pulang kerumah mereka masing-masing, kosongi sekolah ini secepat mungkin" ujar Zen

"Baik tuan muda" ucap bodyguard itu langsung pergi menuju ruang kepala sekolah.

Leo berahlih menatap ke Rey yang sedang duduk disamping aqeela. "Bangun Lo" ucap leo dengan wajah datarnya

Rey langsung bangun dari duduknya, dan leo langsung duduk disamping aqeela. "Mereka apain kamu sayang" ucap leo khawatir.

"Qeela dijambak, distrum, dipukul, ditampar sama mereka bg" adu aqeela, dirinya sengaja melakukan hal itu, pastikan bahwa abang abangnya itu akan murka sekarang.

"Sialan" umpat ketiga abangnya emosi.

"Uda, Uda sini deh" ucap aqeela

Zen menoleh dan mendekat ke aqeela, aqeela berbisik ke Zen. "Mereka yang udah buat Cahya bunuh diri uda" ucap aqeela

"Berengsek" umpat Zen

Ia langsung menatap tajam ke cican cs, sebelum itu ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.

"Uda nelepon siapa dah?" Tanya leo berbisik ke Ray

"Mana gue tau, eh sana deh Lo, gue mau duduk bareng Adek gue" ucap ray sambil menarik-narik tangan leo.

"Ih apaan sih Lo, ogah ya, gue mau duduk bareng aqeela" ucap leo tak mau kalah

"Gantian, bangun gak Lo"

"Durhaka Lo jadi Adek" marah Ray dengan wajah yang kesal

Rey dan yang lain melihat itu hanya menggelengkan kepala mereka. "Berisik" ketus Zen sambil menatap tajam kedua adiknya itu.

"Mampus Lo" ucap ray mengejek leo

"Lo yang mampus" ucap leo tak mau kalah

"Lo"

"Lo"

"Lo"

Aqeela mendengar itu menutup telinganya. "Udaaaa, bg leo sama bg Ray berisik" adu aqeela.

"Kalian berdua mau digolok?" Ancam Zen, Ray dan leo pun langsung menggeleng cepat karena takut dengan Abang tertuanya itu.

Zen melangkah maju mendekat cican cs, diikuti Ray dibelakangnya. Rey yang ingin mengikuti kedua Abang aqeela langsung ditarik oleh leo. "Lo disini aja, jagain Adek gue" ucap leo sambil menyusul kedua abangnya.

Rey hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Sini" ucap aqeela

Rey langsung duduk dan memeluk gadis itu dari samping. "Maaf ya, maaf nolongin nya telat" ucap rey pada aqeela.

Aqeela menoleh. "Apasih, gak perlu minta maaf tau, kan yang penting kamu udah disini" ucap aqeela sambil tersenyum, Rey hanya mengangguk dan memperat pelukannya.

BLACKREYZ IS BACK {PREORDER}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang