Beberapa hari setelah kematian El, kehidupan mereka sudah seperti biasa, bukan melupakan cowok itu tapi mereka semua mencoba mengikhlaskan nya. Malam ini aqeela dan arka tengah berada dibalkon kamar aqeela.
"Kenapa resah gitu?" Tanya arka, melihat aqeela yang dari tadi mondar mandir sambil melihat ke ponselnya.
"Rey kemana ya bang, gue teleponin kok gak diangkat angkat sama dia" ucap aqeela
"Ada urusan kali, udah gak usah cemas gitu" kata arka
"Bang" ucap aqeela dengan wajah yang memelas, membuat arka mengernyitkan kening, cowok itu langsung berdiri menghadap ke aqeela, memegang kedua bahu gadis itu."Hey kenapa?" Ucap arka lembut
Aqeela menatap arka dan saat itu juga dirinya langsung memeluk cowok itu sambil menangis. Arka membalas pelukan aqeela, sambil mengelus-elus punggung gadis itu. "Kenapa queen, ada apa?"
"Jangan nangis" ucap arka
"Hiks hiks hiks bang"
Mendengar tangisan aqeela yang makin menjadi, arka langsung melepaskan pelukannya. Memegang kedua bahu gadis itu dan menatap matanya. "Siapa yang nyakitin Lo, kasi tau gue queen" ucap arka sedikit emosi.
"Cerita sama gue Lo kenapa"
"Siapa yang berani nyakitin Lo?" Aqeela hanya diam dengan Isak tangisnya.
Arka menghela nafasnya. "Okey okey, tumpahin aja dulu air matanya"
"Sini" arka menarik aqeela kedalam pelukannya lagi. Aqeela menumpahkan segala kesedihan nya dalam pelukan cowok itu. Arka hanya mengelus rambut aqeela dengan lembut.
"Udah tenang?" Ucap arka, aqeela mengangguk dan melepaskan pelukannya. Gadis itu menatap ke depan, lebih tepatnya ke alam.
"Lo tau kan bang, kalo Rey beberapa hari ini gak ke sekolah?" Ucap aqeela, ya beberapa hari ini Rey memang tidak masuk sekolah, bahkan memberi kabar kepadanya saja tidak, terakhir chat, Rey cuma bilang dia baik baik aja gak usah khawatirin dirinya.
"Dia kebandung kan, tempat bokap nya, terus kenapa?" Tanya arka
"Rey seperti bukan Rey yang gue kenal bang, dia berubah" ucap aqeela lagi
Arka menoleh menatap aqeela. "Berubah gimana?" Tanya arka bingung
"Ya gitu, susah ditelepon, dichat kapan dibalas kapan, terakhir chat aja 5 hari yang lalu" jelas aqeela
"Mungkin lagi ngurusin kerjaan papanya, bisa aja kan, Udah jangan nethink aneh aneh" ujar arka
"Kalo gak gini aja, coba telepon dia sekali lagi" ujar arka lagi, aqeela pun mengangguk.
Disisi lain.
MARKAS BLACKREYZ.
Para inti blackreyz tengah melakukan aktivitas mereka masing masing, begitu juga dengan Rey, cowok itu tengah melamun, ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya sejak beberapa hari yang lalu.
Drtttttttttt
Drttttttttttt
Teman temannya menoleh ke arah ponsel cowok itu yang berdering sejak tadi. "Rey ponsel Lo bunyi" ucap farell yang tengah memakan pizza-nya.
"Biarin aja" ucap Rey yang masih melamun
Keisha bangkit dari duduknya dan melihat ke ponsel Rey, yang bertulisan nama aqeela. "Cewek Lo nelpon begok" kata Keisha
Rey tidak menggubris ucapan Keisha, cowok itu masih asik melamun. "Woy, cewek Lo nelpon anjir" tekan Keisha lagi
"Biarin aja"
"Gak usah diangkat" sambung Rey lagi
Inti blackreyz yang mendengar itu mengernyitkan kening mereka masing masing, biasanya Rey selalu bersemangat mengangkat telepon dari gadis itu, bahkan belum semenit telepon itu berdering, ia selalu cepat mengangkat nya, tapi sekarang?. "Lo kenapa?, Cewek Lo yang nelpon anjir, bukan orang lain" ketus jeffan.
Telepon itu pun mati. "Gak diangkat" ucap aqeela pada arka.
Arka menghela nafasnya. "Yaudah gak papa, masih ada hari besok"
"Yaudah tidur ya" ujar arka, aqeela pun mengangguk dan pergi untuk tidur, setelah memastikan aqeela sudah tertidur, arka pun kembali ke kamarnya.
"Woy Lo kenapa sih Rey, Lo ngehindar dari aqeela?, tapi kenapa anjir" ucap farell kesal
"Jujur sama kita Lo kenapa Rey, malah udah beberapa hari ini Lo gak masuk sekolah lagi, dan nyuruh kita bohong kalo Lo kebandung, padahal sebenarnya nggak" ucap jeffan
"Lo kenapa?, Akhir akhir ini sering banget Lo melamun" tambah keisha
Rey tidak menjawab pertanyaan dari teman temannya, tentu saja membuat Keisha, jeffan emosi.
"Woy, kita bicara sama Lo sialan" marah jeffan
"Kalau ada masalah cerita Rey, jangan dipendam" ujar farell
"Lo kenapa sih, Lo kenapa diamin aqeela hah" ucap Keisha emosi
Rey menoleh sambil menatap tajam teman temannya. "Bukan urusan kalian" ucap Rey yang langsung mengambil ponsel serta jaketnya dan langsung pergi dari markas itu.
"Kenapa tuh ketua Lo" ucap jeffan pada farell dan Keisha.
"Ketua Lo juga Jef" jawab farell
"Aneh bener tuh anak, kek gak biasanya, kenapa dah" ucap Keisha bingung
"Biasanya kalo ada apa apa cerita, ini malah diem diem aja" sambungnya lagi,Jeffan dan farell hanya mengedikkan bahu mereka, karena bingung dengan sikap ketuanya itu.
"Udahlah biarin dulu, pms kali tuh anak" sahut jeffan
***
SMA REVALENDAS.
Sore ini, dirooftop sekolah, tempat Rey dan aqeela berada, hanya berdua saja sedangkan yang lain sudah pada pulang. Dengan ditemanin langit yang mendung, Hanya ada keheningan disana, mereka berdua sama sama diam sejak tadi. Rey dan aqeela sama sama menatap ke depan. Sampai akhirnya aqeela yang membuka suara. "Kamu kenapa?, Kenapa tadi gak masuk kekelas?, Beberapa hari ini juga kamu gak ngabarin aku, ada apa?" Ucap aqeela dengan hati hati, karena melihat Rey dengan wajah datarnya.
"Kamu sakit?, Atau aku ada buat salah?kenapa kamu diemin aku?kamu kek ngehindar banget dari aku, kenapa?" Ucap aqeela lagi
Rey menoleh menatap mata gadis itu. "Kita selesai"
Degggggg
***
JANGAN LUPA VOTE DAN SPAM KOMEN NYA YA.....
Ditunggu part 50nya ya wkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACKREYZ IS BACK {PREORDER}
Teen FictionYuk langsung baca sekuel dari malaikat pelindung 🔥🔥🔥 Apa jadi nya ketika geng 40 tahun yang lalu dibangun kembali oleh generasi baru?, hal inilah yang membuat 2 dari geng motor tekena teror dari masa lalu, tentu saja hal itu sangat membahayakan...
