Baru saja ia sampai diarea parkiran. Didepan gerbang sudah beratur beberapa motor sport disana. Untung saja beberapa siswa dan siswi sudah pada pulang, jika tidak pasti mereka akan histeris melihat itu.
"Kenapa berhenti qeel?" Tanya Cici
"Duh mampus gue"
"Ci, Lo, pulang duluan aja ya, gue gak papa kok" ucap aqeela, Cici itu tidak boleh tau siapa dirinya sebenarnya.
"Kamu beneran gapapa?" Tanya Cici lagi
"Iya Lo duluan aja"
"Yaudah aku duluan ya qeel, kamu hati hati ya" pamit Cici
"Iya Lo juga hati hati ci" ucap aqeela
Cici pun pulang terlebih dahulu, ketika sudah memastikan keadaan aman, aqeela pun mendekat ke teman temannya, ya yang datang adalah inti blackreyz dan inti vendetta. Mereka semua menyilangkan tangan mereka didada mereka masing-masing. Tidak ada senyuman disana, mereka semua menampilkan wajah datar. Aqeela yang melihat itu menelan Silva kasarnya.
"Rey-" ucap aqeela sedikit takut.
Rey melihat ke aqeela dengan tatapan sulit diartikan, gadis itu masih memakai kaca mata dan mengikat dua rambutnya. Ada luka dibeberapa tubuhnya juga. Yang paling jelas adalah luka didahinya yang masih diperban.
Rey menghela nafas nya. "Pulang" ucap Rey singkat.
Aqeela terdiam, Rey yang mengerti pun membuka jaketnya dan melilitkannya dipinggang aqeela tanpa tersenyum, cowok itu masih memasang wajah datarnya. Setelah itu aqeela langsung naik ke motor Rey.
Rey pun melajui motornya diikuti yang lain dibelakang. Aqeela yang merasakan perbedaan dari kelakuan mereka pun memilih untuk diam, ia hanya memeluk cowok itu.
Motor mereka memasuki pekarangan rumah elite, ya rumah siapa lagi kalau bukan rumah tuan valendas. "Kamu Bawak aku pulang kesini?" Tanya aqeela yang masih berada diatas motornya.
"Kenapa?" Ucap Rey datar
"Aku kira kamu mau ajak aku ke markas" ucap aqeela sambil turun dari motor cowok itu. Aqeela berahlih menatap teman temannya yang lain, mereka semua menampilkan wajah datarnya, arka, Arga, Miko? Cowok itu bahkan tidak tersenyum padanya.
"Gue salah apa?" Gumam aqeela, aqeela menundukkan wajahnya. Rey langsung menghidupkan motornya dan langsung pergi dari sana, diikuti yang lain dibelakang, tanpa berpamitan pada gadis itu.
Aqeela menatap kepergian mereka dengan sendu. "Kok berubah?, Gue ada salah ya?" Ucap aqeela.
Aqeela pun masuk kerumahnya, diruang keluarga sudah ada Abang abangnya.
"Eh sayang udah pulang" ucap ray
Abang abangnya memandang aqeela dari bawah hingga ke atas. "Dahi kamu kenapa?" Tanya Zen
"Badan kamu kenapa kok merah merah gitu?" Timpal Leo
Aqeela tidak menjawab ia langsung naik ke kamarnya tanpa tersenyum. Ray, Zen, dan leo saling pandang satu sama lain.
***
Markas garaxs
"Woy melamun Lo" ucap Dafa sambil menepuk pundak alfa yang tengah melamun.
"Mikirin apa lo" sambung Dafa
"Lo mikir aqeela?" Tebak pandu yang pasti tak pernah meleset. Alfa hanya diam saja.
"Gue tau Lo mikirin cewek nerd itu" ucap pandu lagi
"Gue rasa gue suka dia" ucap Alfa tiba tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACKREYZ IS BACK {PREORDER}
Fiksi RemajaYuk langsung baca sekuel dari malaikat pelindung 🔥🔥🔥 Apa jadi nya ketika geng 40 tahun yang lalu dibangun kembali oleh generasi baru?, hal inilah yang membuat 2 dari geng motor tekena teror dari masa lalu, tentu saja hal itu sangat membahayakan...
