Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Halo Bunda || Chapter 42

67 5 0
                                        

Happy Reading!

***

Bel pulang sekolah telah berbunyi dari tadi, sekarang Vierra sedang menunggu kehadiran Ari di pagar depan sekolah. Tadi pria itu pamit dulu, katanya mau taruh beberapa buku pelajaran ke loker. Alhasil, Vierra berjalan lebih dulu ke luar gedung sekolah dan berakhir menunggu Ari di depan gerbang.

"Lo mau jalan sama Ari?" tanya Cantika yang memang sedari tadi berdiri di sebelah Vierra.

"Iya, lo pulangnya sama siapa?" tanya Vierra juga.

"Eum... gatau nih, bonyok gue telfon ga di angkat, ya mau gak mau gue pake taksi sih."

"Steve!" panggil Vierra saat melihat Steve tidak jauh dari posisinya, pria itu sedang berbincang dengan satpam sekolah.

Steve melihat ke arah Vierra, lalu kembali menatap Pak Satpam. "Saya ke sana dulu ya pak." dengan senyuman manis yang selalu nampak di wajahnya, Steve pun pamit lalu menghampiri Vierra menggunakan motor ninjanya.

"Ada apa nih panggil-panggil?"

"Lo balik sama siapa?"

Steve tidak langsung menjawab, jantungnya berdetak cepat, apa Vierra ingin meminta ia untuk mengantarkan perempuan itu pulang? Jika iya, Steve pasti dengan senang hati akan menerima permintaan itu.

"Sendiri sih, tapi gak tau dah motor gua belakang nya kayak berat gitu Vie, ketindihan kunti kali ya." sahut Steve ngasal. Membuat Cantika bergidik ngeri.

"Ck, gak usah ngadi-ngadi lo kalo ngomong." Steve hanya menyengir saat Vierra menampakan wajah garangnya.

"Galak lo." gumam Steve.

"Bodo, udah mending lo nganter Cantika pulang deh. Dia gak di jemput sama supirnya."

Oh jadi Cantika, padahal Steve sudah berharap bahwa yang Steve antar adalah Vierra. Ternyata benar, jangan membuat ekspetasi tinggi kepada dunia, nanti hanya akan mendapat rasa kecewa.

Padahal Steve tau bahwa Vierra itu pacar dari teman sebangkunya, Ari. Pasti perempuan yang disukainya itu pulang sama Ari. Bisa-bisanya Steve masih membayangkan bahwa Vierra akan duduk di jok belakang motornya, sambil memeluk dirinya.

Astaga Steve, berhenti berfikir yang ngga-ngga. Bodoh.

Memilih menuruti permintaan Vierra tanpa bamyak berfikir, Steve berkata "Siap kanjeng ratu Vierra, ayo Can naik!" titah Steve masih dengan senyumannya.

Ah, laki-laki itu selalu murah senyum.

Setelah kepergian Steve dan Cantika, Ari pun datang dengan motor ninjanya, pria itu berhenti tepat di depan Vierra lalu menyuruh gadisnya untuk segera naik. Kemudia mereka langsung bergegas ke rumah sakit tempat Kinaya — Ibunya Ari— di rawat.

  ***

Kedua sejoli itu kini berdiri di depan pintu salah satu ruangan di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa Kinaya akan segera sembuh, banyak perkembangan yang mereka dapat saat Kinaya menjalani setiap terapi dan penyuluhan dengan psikolog.

Beberapa hari yang lalu, kondisi Kinaya jadi lebih baik dari sebelumnya, perempuan itu kembali ke jati dirinya walaupun tidak sepenuhnya kembali, tapi untuk orang yang sudah rusak mental selama 10 tahun, hal itu adalah suatu yang sangat bagus.

Namun sejak 2 hari yang lalu, dokter mengatakan bahwa Kinaya mogok makan, dan cenderung bersedih. Ketika ditanya oleh psikiater yang menangani, Dokter tersebut bilang bahwa Kinaya tengah menantikan janji dari seseorang, karena itu kondisinya membaik akhir-akhir ini, namun sekarang kinaya merasa dibohongi kembali. Karena sudah beberapa hari setelah ia membuat janji dengan orang itu, ia tidak mendapatkan yang dijanjikan kepadanya. Maka dari itu Kinaya kembali mogok makan, suka ngamuk, dan pendiam seperti semula.

Love is a Dream [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang