______________________
-Biru berubah menjadi kelabu, rindu berubah menjadi halu. Dan kamu?
Ya hanya begitu tak akan peduli denganku.
_____Vierra Jovanka_____
Happy Reading~♥~
Jika kalian mempunyai suatu kesalahan di masa lalu kalian, apakah kalian akan melupakan masa lalu itu atau menjadikannya sebagai pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama? Jika kalian pasti lebih banyak memilih opsi yang kedua, berbeda dengan Vierra, gadis itu ingin sekali melupakan masa lalunya, ia tidak mau mengingat lagi kesalahannya di masa lalu.
Tapi sepertinya semesta tidak mendukungnya untuk melupakan masa lalunya. Buktinya sekarang semesta menghadirkan kembali sosok di masa lalunya, orang yang pernah menghiasi hidupnya, lalu pergi begitu saja, membuat Vierra benar-benar merasa kesepian.
Vierra baru saja menerima panggilan masuk dari kakaknya, Alvan. Vierra harus meminta izin kepada walikelas dan guru piket karena dia tidak bisa melanjutkan kegiatan belajar, dan harus pergi karena ada urusan penting.
"Ari nih kertas formulir gue, tolong kumpulin ke Pak Frengky ya, gue harus pergi cepet-cepet." Dengan terburu-buru Vierra menyodorkan secarik kertas ke Ari.
"Eh Vie, Lo mau kemana?" karena tidak ada respon dari Ari, akhirnya Steve yang bertanya.
"Gue mendadak harus jemput seseorang di bandara sama kakak gue Steve, tolong ijinin ke guru mapel selanjutnya ya."
"Jemput siapa?" Steve sadar dengan apa yang baru saja dia katakan. "Eh, maaf gue terlalu mencampuri urusan lo," kata Steve sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal.
"No problem, nanti juga lo tahu sendiri kok. "
Setelah mengatakan itu gadis cantik itu berlalu meninggalkan kelas.
¤¤¤
Suasana di mobil yang sedang ditumpangi dua sejoli sangat sepi, hanya ada suara lagu Over, And Over Again yang mengalun merdu dari radio mobil tersebut. Vierra dan Alvan. Mereka berdua sedang dalam perjalan menuju bandara. Sesuai dengan apa yang dikatakan Vierra, bahwa mereka akan menjemput dua orang terdekat mereka.
Alvan sibuk menyetir mobilnya, sedangkan Vierra larut dalam pikirannya, ia rindu masa kecilnya, ia rindu ayahnya, ia rindu ibu dan Vera, kembarannya, ia rindu keluarganya yang sangat damai kala itu.
Namun kembali lagi ke awal, bahwa itu semua hanyalah kenangan yang hanya bisa dirindukan. Vierra rindu semua tentang masa kecilnya, kecualu satu. Ia membenci kejadian 'itu' kejadian yang membuat hidupnya jadi serumit sekarang, kejadian yang berhasil merenggut semua orang yang dia sayang.
"Kak, apa Mamah sama Vera udah maafin Vie?" tanya Vierra setelah tersadar dari lamunannya.
"Pasti udah lah,"
"Tapi kenapa perasaan aku gak enak kak, Mamah pasti masih benci sama Vierra semenjak kejadian itu, apalagi Vera, pasti dia kecewa banget sama Vie." Air mata sudah siap meluncur dari mata Vierra.
"Vie, dengerin gue gak ada seorang Ibu yang benar-benar membenci anak darah dagingnya sendiri. Waktu itu Mama cuma lagi shock aja makanya Mama bilang kalau Mama benci sama kamu, tapi kakak percaya itu cuma keluar dari mulut Mama, tapi gak ada sedikit niatpun di hati Mama untuk membenci kamu Vie. Percaya sama kakak." perkataan Alvan mampu membuat Vierra luluh, air mata yang sedari tadi ditahannya pun turun melalui sudut matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is a Dream [END]
Novela JuvenilSUDAH END, PROSES REVISI. --- Rasa bersalah, penyesalan dan kehilangan. Ketiga hal itu tidak pernah absen menghantui kehidupan seorang Vierra Jovanka "Pergi dari rumah ini, anak pembawa sial" Vierra takut sepi, Vierra takut gelap. Namun kenapa oran...
![Love is a Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/188508159-64-k953994.jpg)